Warga Lojejer Pertanyakan Realisasi Kesepakatan dan CSR PT Imasco Asiatic

oleh
oleh
Beberapa warga terdampak saat berkumpul di rumah Ust. Jarkhoni

Jember, petisi.co – Sejumlah perwakilan warga Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, menggelar pertemuan untuk membahas MoU dengan PT Imasco Asiatic serta mempertanyakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) perusahaan tersebut.

Pertemuan yang dihadiri oleh warga terdampak, tokoh masyarakat, dan perangkat desa itu digelar sebagai tindak lanjut dari meningkatnya keluhan masyarakat di wilayah sekitar pabrik semen.

Warga menilai, banyak poin dalam kesepakatan antara PT Imasco Asiatic dengan masyarakat yang belum direalisasikan meskipun perusahaan telah beroperasi lebih dari lima tahun.

Tokoh masyarakat terdampak, Jarkhoni, yang juga pengasuh TPQ di area sekitar pabrik, mengungkapkan bahwa warga kerap mengeluhkan kebisingan dan aroma menyengat menyerupai bau belerang yang diduga berasal dari aktivitas pabrik, Rabu (12/11/2025) malam.

“Banyak warga yang merasa sesak napas karena bau menyengat seperti belerang terbakar. Sebelum pabrik beroperasi, aroma seperti itu tidak pernah ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluhan serupa juga disampaikan tamu dari luar daerah yang merasakan gangguan pernapasan ketika melewati kawasan tersebut.

Sementara itu, Sugeng Hariadi, perwakilan warga Dusun Sulakdoro menegaskan bahwa perusahaan wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 6 Tahun 2015 tentang CSR.

“PT Imasco wajib menjalankan tanggung jawab sosialnya. Perusahaan tidak bisa hanya memikirkan keuntungan, tapi juga harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial di sekitarnya. Kalau kesepakatan yang sudah dibuat tidak dijalankan dengan sportif, jangan salahkan warga kalau kami turun aksi,” tegas Sugeng.

Warga juga menyoroti kondisi infrastruktur desa, khususnya akses jalan utama yang rusak parah dan tidak pernah diperbaiki selama lebih dari lima tahun. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur penting bagi kegiatan pertanian dan akses anak sekolah.

Pertemuan itu menegaskan kembali desakan masyarakat agar PT Imasco Asiatic segera merealisasikan seluruh isi perjanjian yang telah ditandatangani bersama pemerintah desa pada masa kepemimpinan Kepala Desa Lojejer sebelumnya, Joko Santoso, SE, serta membuka transparansi pelaksanaan program CSR bagi warga terdampak. (zen)