Korban: Pengennya Untung Malah Dapat Buntung
Sidoarjo, petisi.co – Bermaksud ingin mendapatkan berkah dari acara Sedekah Bumi yang digelar di depan paseban pendopo Kabupaten Sidoarjo, puluhan warga justru menjadi korban pencopetan.
Ditemui di rumahnya, di kawasan Pagerwojo, Nurul Fitriani salah seorang korban menuturkan kejadian pencopetan yang dialaminya berlangsung sangat cepat. Ia tidak menyangka jika ponsel yang ada di dalam kantong jaket seketika langsung raib saat dirinya terlibat rebutan gunungan sedekah bumi.

“Ya kaget, saya langsung nangis begitu tahu HP milik saya Redmi 13C hilang diambil pencopet. Saat itu memang ramai, ratusan orang berebut gunungan sedekah bumi. HP itu saya titipkan di dalam kantong jaket teman saya dan seketika hilang,” tutur Nurul, Minggu (26/1/2025).
Nurul menyebutkan korban pencopetan di lokasi acara sedekah bumi sangat banyak. Mereka langsung mengadu ke sejumlah petugas yang ada di lokasi kejadian, namun hanya diarahkan untuk melapor ke polsek terdekat.
“Jumlah korban pencopetan sangat banyak, puluhan. Mungkin ada sekitar 50-an orang. Ada yang kehilangan dua HP sekaligus. Ada yang kecurian uang Rp 1,5 juta buat bayar sekolah anaknya. Ada pula Bapak-bapak yang kehilangan uang gajian, yang disimpan dalam dompet. Semua korban sempat mengadu ke bapak polisi yang ada di lokasi, namun kami hanya disarankan untuk melapor ke polsek terdekat,” beber remaja yang masih duduk di bangku SMP ini.
Warga yang menjadi korban, imbuhnya sempat mencari tahu keberadaan panitia acara untuk minta solusi. Namun mereka hanya diarahkan menunggu di pendopo untuk dipertemukan dengan panitia.
“Kata petugas Satpol PP, kami disuruh nunggu di dekat pendopo untuk mencari solusi dari masalah ini. Sebagian yang tidak puas malah minta bertemu pak Bupati. Namun sampai tiga jam nunggu tidak ada kejelasan,” kata dia.
Bahkan sejumlah warga yang kecewa, sempat meluapkan emosi dengan membanting sayuran dan bandeng presto ke aspal serta menginjaknya. Sebagian lainnya sambil terus menangis memilih pulang sambil membawa kecewa.
“Saking jengkelnya, ada ibu-ibu bersama anak gadisnya membanting sayuran yang didapat dan menginjak-injak. Ibu-ibu lainnya ikutan membanting bandeng presto. Mereka mengaku kehilangan dompet berisi uang dan dokumen penting lainnya,” ungkap Nurul seraya menirukan gerakan orang yang dimaksud.
Ungkapan rasa kecewa lainnya juga disampaikan Srimiati, warga Tulangan yang mengaku kecurian dua ponsel sekaligus. Saat kejadian, ponsel miliknya berada dalam tas, sedangkan ponsel milik suaminya dimasukan dalam saku celana.
“Saya kecopetan dua HP, milik saya dan suami saya. Kita khan datang ke acara maunya bersenang-senang agar terlihat meriah, warga banyak yang datang. Pengennya untung malah dapatnya buntung. Sebab sayuran yang didapat harganya tidak seberapa, justru kerugian yang ditanggung sangat besar,” tutur Srimiati.
Akibat kecopetan, ia mengalami kerugian mencapai Rp 4 juta. Sebagai warga Sidoarjo, Srimiati mengaku kecewa, sebab acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten justru disusupi pencopet. Ia mempertanyakan sistem keamanan yang lemah sehingga banyak jatuh korban.
“Kebacut pelakunya, kami warga kurang mampu jadi kesusahan. Itu HP suami saya seorang satpam buat kerja dicopet. Panitia juga kurang tanggap, masak acara sebesar ini dalam rangka hari jadi kabupaten malah dibobol pencopet. Korbannya banyak sekali,” ucapnya dengan nada sedikit emosi.
Seperti diketahui, Pemkab Sidoarjo menggelar acara sedekah bumi, sabtu (25/1/2025) sebagai rangkaian peringatan hari jadi ke -166 Kabupaten yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2025. Dalam acara tersebut dihadirkan tiga gunungan sedekah bumi berisikan susunan apem, sayuran dan buah, udang serta bandeng presto.
Setelah prosesi sedekah bumi dilampaui dan dibacakan doa, ratusan warga langsung menyerbu ketiga gunungan. Ramainya warga yang saling berdesakan dalam berebut isi gunungan, dimanfaatkan para pencopet untuk beraksi.
Hadir dalam acara sedekah bumi yakni Forkopimda Sidoarjo, antara lain Plt. Bupati Sidoarjo Subandi beserta istri, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing beserta istri, pimpinan DPRD dan pejabat utama lainnya. (luk)





