Probolinggo, petisi.co – Pemerintah Kota Probolinggo bersama seluruh elemen masyarakat terus memperkuat identitas sebagai kota yang inklusif. Hal ini ditandai dengan peresmian Program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Difabel.
Dalam sambutannya Wali Kota Aminuddin menyampaikan bahwa sejak awal Pemerintah Kota Probolinggo telah menetapkan diri sebagai kota inklusif yang memberikan akses dan kesempatan setara bagi seluruh warganya, termasuk penyandang disabilitas.
“Komitmen ini mencakup pemenuhan layanan publik, fasilitas umum, hingga sistem pendidikan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” kata Aminuddin.
Ditambahkan Wali Kota Aminuddin bahwa implementasi inklusivitas di bidang pendidikan telah berjalan. Seluruh sekolah dasar dan menengah pertama di Kota Probolinggo kini menerapkan pendidikan inklusif dan terbuka bagi anak-anak difabel.
Untuk itu pembukaan TPQ Difabel sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an merupakan hak setiap umat tanpa terkecuali.
“Saya mengapresiasi kolaborasi pengurus Masjid Putih Hidayaturrahman dengan Yayasan Griya Qur’an Difabel yang telah mengambil peran aktif menghadirkan layanan pendidikan Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.
Wali Kota Aminuddin juga berpesan kepada para santri TPQ Difabel agar terus semangat belajar dan memperdalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia berharap TPQ Difabel dapat berkembang dan menjadi inspirasi bagi masjid dan wilayah lain di Kota Probolinggo.
“Terus semangat belajar dan memperdalam Al-Qur’an. Teruslah beribadah dengan baik. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ungkapnya.
Lebih lanjut orang nomor satu di jajaran Pemkot Probolinggo ini menegaskan, melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional Pemerintah Kota Probolinggo berharap nilai-nilai inklusivitas tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan keagamaan masyarakat.
“Ke depan TPQ Difabel dapat berkembang dan hadir di lebih banyak wilayah di Kota Probolinggo. Dengan demikian, peringatan Hari Disabilitas Internasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum menghadirkan kebaikan yang berdampak dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Sementara Ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Masjid Putih Hidayaturrahman Muchsin menyampaikan bahwa masjid yang berdiri sejak tahun 2020 tersebut berkomitmen menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan kepedulian sosial. “Kehadiran TPQ Difabel diharapkan dapat berjalan secara istiqamah dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tuturnya. (reb)







