Wujud Peningkatan Kualitas, Gedung Airlangga RSKK Diresmikan Mas Dhito

oleh
oleh
Detik-detik bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, S.H (Mas Dhito) meresmikan gedung Airlangga RSKK didampingi forkopimda

Kediri, petisi.co – Sebagai wujud pada peningkatan pelayanan dan kenyamanan serta akses kesehatan kepada masyarakat, Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) menghadirkan gedung baru yang bernama Gedung Airlangga, yang menjadi wajah baru pada RSKK Pare Pelem Kediri sekarang.

Disampaikan Mas Dhito yang sekaligus memberikan tanda diresmikannya Gedung Airlangga dengan harapan bisa diimbangi dengan bentuk keramahan dari para medisnya, dokter maupun perawat bukan sekedar mengejar peningkatan akreditasi rumah sakit saja.

Mas Dhito saat meninjau tiap ruang pada gedung baru Gedung Airlangga

Ditegaskannya, dengan diresmikannya gedung baru bisa menjadi sumber daya manusia yang melayani, selain itu juga supaya bisa cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini adalah peresmian gedung Airlangga, yang terbagi 3 zona yakni zona A, B dan zona C, zona A telah diresmikan pada 2024 sedangkan zona B dan C diresmikan pada tahun 2025, akan tetapi sebelum diresmikan gedung ini sudah difungsikan sejak April 2025, supaya bisa cepat memberika  pelayanan kepada masyarakat, dengan harapan dengan gedung baru diimbangi dengan sumber daya manusia yang melayani,” ucap Mas Dhito, Senin (11/8/2025).

Senada disampaikan direktur RSKK, dr. R.Gatot Rahardjo, Sp.An mengatakan bahwa peresmian gedung Airlangga ini meliputi tiga komponen, disisi timur atau gedung A, gedung B dan gedung C , untuk gedung A itu sendiri sudah di fungsikan sejak September 2024 yang dibangun lima lantai yang diperuntukkan layanan kelas 3 dengan total 121 tempat tidur.

“Gedung B ada 5 lantai, dengan rincian kamar kelas 1, VIP, VVIP, dan diperuntukan bagi pelayanan pasien kateterisasi penyakit jantung, kemudian  gedung C digunakan untuk penambahan ruang operasi dan pemulihan,” kata direktur RSKK, dr. Gatot.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan SK tenaga tetap BLUD, terhadap 107 pegawai di RSKK. Mereka meliputi tenaga non tenaga kesehatan (nakes) BLUD (bukan kontrak dan bukan outsourching).

Laura, salah satu warga asal Gedangsewu, Pare Kediri merasa senang dengan pelayanan pada gedung baru. Apalagi, memang saat dirawat di RSKK kakaknya menderita penyakit jantung.

“Semoga rumah sakit ini tambah meningkat lagi pelayanannya, dan nanti area parkir bisa diperluas, supaya tidak jauh,” ucapnya. (bmb)

No More Posts Available.

No more pages to load.