Surabaya, petisi.co – Pergeseran jabatan di lingkungan DPRD Kota Surabaya mulai bergulir menyusul ditetapkannya Syaifuddin Zuhri sebagai Ketua DPRD Surabaya, menggantikan Almarhum Adi Sutarwijono. Pengangkatan ini membuat posisi yang sebelumnya diemban Syaifuddin selaku Sekretaris Komisi A menjadi kosong dan menunggu pengisian.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut bahwa mekanisme pengisian jabatan Sekretaris Komisi A yang ditinggalkan Syaifuddin sepenuhnya merupakan kewenangan internal partai pengusung, yakni PDI Perjuangan.
“Saya nggak tahu, mekanismenya kan memang di internal partai PDI Perjuangan. Yang saya dengar kemarin, Mas Arnas masih sementara stand by,” ujar Yona, saat dihubungi petisi.co melalui telepon pada Rabu (26/4/2024).
Yona yang akrab disapa Cak YeBe juga menyinggung mengenai kedatangan Anas Karno yang akan mengisi kursi kosong karena meninggalnya Almarhum Adi Sutarwijono melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Menurutnya, kehadiran Anas Karno akan melengkapi kembali jumlah anggota DPRD menjadi 50 orang.
“Tadi malam saya sudah telepon-teleponan sama dia (Anas Karno), kita turut senang karena akhirnya jumlah anggota DPRD kembali ke jumlah 50,” tuturnya
Ia berharap Anas Karno nantinya dapat bersinergi dengan baik bersama seluruh anggota dewan untuk mendukung kinerja DPRD Kota Surabaya. Terkait posisi yang akan ditempati Anas Karno, Yona mengaku belum mengetahui pasti komisi mana yang akan dimasuki mantan anggota tersebut.
“Anas Karno nanti itu kan masih di fraksi, dia belum tentu juga langsung di komisi mana. Jadi beliau masih akan berposisi di Fraksi dulu,” ujar wakil ketua DPC Gerindra Surabaya
Lebih lanjut, Cak YeBe yang selalu modis dalam berbusana menegaskan bahwa pihaknya siap menerima siapapun yang nantinya ditunjuk oleh partai untuk mengisi kekosongan jabatan, baik sebagai anggota maupun Sekretaris Komisi A.
“Pada dasarnya siapapun yang ditempatkan di Komisi A maupun yang akan menggantikan posisi Sekretaris Komisi A sebelumnya, pastilah sosok yang terbaik, yang dianggap mampu bekerjasama bukan hanya di Komisi A, tapi juga lintas Komisi,” pungkasnya. (joe)







