JPU Kejati Jatim Istimewakan Dua Terdakwa Narkoba

  • Selasa, 30 Januari 2018 | 15:07
JPU Kejati Jatim Istimewakan Dua Terdakwa Narkoba
Dua terdakwa narkoba saat menjalani sidang di PN Surabaya.

Biasanya Sidang Siang, Kini Pagi Hari

SURABAYA, PETISI.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jatim diduga mengistimewakan dua terdakwa narkoba,  Yoyok Winardi asal  Desa Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo, karyawan honorer PDAM Sidoarjo dan oknum anggota polisi Hari Waluyo, asal Desa Wonosari, Ngoro Mojokerto.

Pasalnya,  tidak biasanya, sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sesuai jadwal pada siang hari, sekitar pukul 13.00, tapi kali ini yang terjadi pagi sekitar  pukul 10.30 di Ruang Garuda.

Pada persidangan Selasa (30/1/2018) yang dipimpin Ketua Majelis Anne Rusiana, Jaksa Penuntut Umum Kejati Jatim mengahadirkan dua saksi penangkapan dari Polda Jatim, saksi Zainuri Iman dan saksi Aditya.

Dalam sidang dengan dua terdakwa tersebut didakwa oleh Sabetania JPU dari Kejati Jatim, dengan Undang Undang Narkoba dan terjerat pasal mengguna dan pemakai.

Seperti diketahui, sidang pagi sekitar pukul 10.00 ini, dengan agenda keterangan dua saksi BAP, yakni Aditiya dan Zainuri Iman dari Subid Paminal, Kepolisian Satuan Narkoba Polda Jatim.

”Saat kami melakukan penangkapan kedua terdakwa, sebelumnya penggalian informasi yang dalam,” terang saksi di persidangan.

Dalam kesaksianya, pada Senin tanggal 11 September, Paminal Bidpropam Polda Jatim melakukan tes urine terhadap terdakwa, Heri Waluyo yang bertempat di Mapolsek Sukomanunggal, Surabaya.

Dari hasil tes urine milik terdakwa Heri Waluyo, hasilnya positif.

Setelah tim Paminal Bidropam Jatim mengetahui hasil urine terdakwa positif mengkonsumsi narkoba, lantas dilakukan penyitaan sebuah handphone milik terdakwa Heri Waluyo.

Dari hasil penyitaan itu, ditemukan sebuah pesan singkat dengan nama pengirim dari terdakwa Yoyok Winardi, yang isinya pesanan sudah siap dan barang bisa diantar.

“Pesanan sudah siap, bisa diantarkan,” ujar saksi Aditya di hadapan majelis hakim sembari menirukan isi pesan singkat dari sebuah handphone dengan nama pengirim Yoyok Winardi.

Mengetahui isi pesan itu, Tim Subbid Paminal Polda Jatim lantas menghubungi terdakwa Yoyok Winardi untuk mengantarkan pesanan narkotika jenis sabu di Jl. Raya Randegan RT 01 RW 01 Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo.

Pada saat itulah dilakukan penangkapan terdakwa Yoyok Winardi dan ditemukan barang bukti sabu sesuai pesanan dari terdakwa Heri Waluyo.

Sebelumnya, terdakwa Heri Waluyo berhasil diamankan terlebih dahulu oleh tim Paminal Bidropam Polda Jatim.

Kemudian tanya JPU  kepada kedua terdakwa,   apa yang dikatakan oleh dua saksi BAP tesebut dibenarkan kedua terdakwa. ”Ya benar, Apa yang dikatakan oleh dua saksi dari kepolisian,“  ujar dua terdakwa di hadapan persidangan majelis hakim.

Sesuai dakwaan, kedua terdakwa dalam berkas yang sama sesuai pasal 114 ayat (1) UUD RI No. 35 Tahun 2009 dan pasal 132 ayat (1) UUD RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

JPU juga memperlihatkan barang bukti berupa, satu bungkus sabu seberat 4,32 gram, dua buah HP Oppo warna putih, KTA Polri, satu buah hasil tes kit urin (hasilnya positif).

Sementara JPU Kejati Jatim yaitu Sabetania dikonfirmasi usai sidang memberikan keterangan singkat,  ”Lebih jelasnya ikuti sidang yang akan datang, Mas,” ucapnya sambil jalan mendekati mobilnya.(irul)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

CLOSE
CLOSE

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional