Longsor Ponorogo, Ibu dan Bayi Tewas Tertimbun

  • Senin, 8 Januari 2018 | 06:40
Longsor Ponorogo, Ibu dan Bayi Tewas Tertimbun
Petugas dari Kepolisian dan TNI, BPBD serta bantuan puluhan warga mencari korban.

PONOROGO, PETISI.CO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo pada Minggu sore (7 /1/2018) sekitar pukul 17.30 wib, mengakibatkan longsor di Dukuh Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo.

Dari bencana tanah longsor tersebut, mengakibatkan satu rumah warga hancur rata dengan tanah akibatkan terjangan lumpur. Selain satu rumah warga, longsor juga mengakibatkan seorang ibu dan bayinya tewas terkubur hidup – hidup.

Kejadian longsor yang menelan korban jiwa di Ponorogo tersebut berawal ketika wilayah Kecamatan Sawoo pada Minggu sore diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 14.30 wib.

(Baca Juga : Tim Penanganan Bencana Tambah Sektor Pencarian Bencana Longsor Ponorogo)

Hujan deras dengan waktu lama tersebut mengakibatkan kostur tanah menjadi labil dan mengakibatkan longsor rumah milik Soirin alias Kuro (60), warga RT 02 RW 02, Dukuh Gondang, Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo.

Ribuan kubik lumpur yang menerjang dan mengubur rumah Milik Soirin pada Minggu sore Pukul 17.30 mengakibatkan menantu dan cucunya yang masih berumur 2 bulan terjebak longsor dan terkubur dalam reruntuhan longsor dan rumahnya yang rata dengan tanah itu.

Dari kejadian bencana petang tersebut, sebanyak 3 korban selamat dari maut dan dua meninggal.

Dua korban meninggal yaitu Lia Lestari (23) dan bayinya yang berumur 2 bulan yaitu Vinesa Aulia. Sedangkan korban yang selamat yakni Soirin alias Kuro (60), Mesiyem (63) keduanya ayah dan ibu mertua Lia Lestari dan Misman (37) tak lain suami dan ayah dari korban yang meninggal dunia.

Petugas dari Kepolisian dan TNI, BPBD serta bantuan warga mengevakuasi korban.

Kedua korban meninggal karena tertimbun longsor baru bisa di evakuasi oleh jajaran Petugas dari Kepolisian dan TNI, BPBD serta bantuan puluhan warga sekitar pada Minggu malam sekitar pukul 22.30 wib dikarenakan medan yang berbukit sebagai kendala dalam evakuasi.

“Kejadian tanah longsor dan menerjang satu rumah warga serta menyebabkan 5 korban, 3 korban bisa selamatkan diri dan 2 korban meninggal dunia, semua korbna masih satu keluarga,” tegas Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP. Sudarmanto saat mendampingi Kapolres Ponorogo AKBP. Suryo Sudarmadi beserta Kapolsek Sawoo AKP. Gunawan di lokasi evakuasi korban.

(Baca Juga : Dua Jenazah Korban Longsor Ponorogo Kembali Ditemukan)

Sudarmanto juga menerangkan kejadian bencana longsor yang menyebabkan rumah milik Soirin alias Kuro warga Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo dan menyebabkan ibu dan bayinya meninggal karena terjebak dalam runah yang roboh tertimbun lunpur terawbut karena disebabkan hujan dengan intensitas tinggi.

“Longsor yang terjadi di Sawoo ini karena sebelumnya wilayah sini diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan lama sehingga akibatkan tanah labil dan karena medan sulit berbukit yang membuat prosea evakuasi memakan waktu panjang hingga pukul 22.30 wib, kedua korban yang merupakan ibu dan bayinya baru bisa diangkat dari puing puing longsor,” terang Kasubag Humas Polres.

Malam itu juga kedua korban diserahkan ke pihak keluarga. “Karena pihak keluarga yang masih selamat itu kedua korban untuk dipersiapkan pembersihan dan pemakaman, sehingga petugas baik dari Polri, TNI, BPBD dan puluhan warga mengabulkan permintaan keluarga korban yang masih selamat itu,” pungkas AKP Sudarmanto.(mal)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional