Sosialisasi Pencegahan Peredaran Gelap Narkoba di Kalangan Santri di Jombang

  • Reporter:
  • Sabtu, 20 Januari 2018 | 20:53
Sosialisasi Pencegahan Peredaran Gelap Narkoba di Kalangan Santri di Jombang
Pimpinan Polres dan Kodim

JOMBANG, PETISI.CO – Sosialisasi peredaran gelap narkoba digelar oleh LDII Jatim, dengan tema,  Wawasan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kalangan Pelajaran dan Santri Ponpes Gadingmangu,  yang diikuti 1000 santri, di Ponpes Gadingmangu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang, Sabtu (20/1/2018).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala BNP Jatim Brigjen Bambang Budi Santoso, Kapolres Jombang  AKBP Agung Marlianto SIK. MH. didampingi pimpinan Polres Jombang, Kepala BNK Nganjuk, Kepala BNK Trengggalek, Kepala BNK Pasuruan, Kepala BNK Malang, Kepala BNK Gresik, Kepala BNK Mojokerto, Kepala BNK Kediri, Ketua DPD, LDII se-Jawa Timur, tokoh agama Kiai H Masduki  Perak, Pengurus FKUB kab Jombang, siswa/siswi SMA Budi UTOMO Gadingmangu.

Ketua LDII Kabupaten Jombang Drs Didik menyampaikan, kegiatan pencegahan narkoba ini adalah hajat dari LDII Jatim yang ditempatkan di Ponpes Gading Mangu Jombang.

Sambutan Bupati Jombang yang diwakilli Asisten 1 Drs Purwanto, dengan adanya pencegahan peredaran narkoba di Ponpes Gading Mangu, agar ke depannya para santri tidak terpengaruh Narkoba.

“Karena Kabupaten Jombang sangat memprihatinkan dalam penindakan menempati rangking 5 se Jawa Timur,” katanya.

Dilanjutkan oleh Drs Amin Aldi Ketua LDII Jatim, dengan adanya sosalisasi pencegahan peredaran gelap Narkoba, diharapkan agar para santri khususnya santri dari LDII tidak ada yang terlibat Narkoba.

Irjen Pol Drs Ali Jauhari Deputi Pencegahan BNN menyampaikan, “Sebelumnya kami sampaikan permohonan maaf, bahwa Kepala BNN Komjen Budi Waseso tidak dapat hadir ke Ponpes Gading Mangu, karena beliau ada kegiatan bersama Bapak Presiden,” ujarnya.

Masalah peredaran Narkoba di Indonesia sama dengan jaringan teroris bersembunyi,  karena hanya Allah SWT yang tahu korban dari Narkotika tersebut.

Karena akibat pengaruh dari Narkoba antara lain bisa merusak otak yang tidak ada jaminan sembuh, dan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia lebih kurang sebanyak 5 juta  orang. Sehingga kalau dihitung kerugian jiwa dan material setiap hari mencapai 40- 50 orang per hari dan kerugian materi sebesar Rp63 trilyun.

Dari kiri Asisten 1 Drs. Purwanto M.Kn dan Pengasuh LDII

Siapapun bisa terjerat oleh Narkoba, yang terjerat seluruh lapisan masyarakat, pejabat TNI, Polri, BNN, Jaksa, Hakim hingga masyarakat umum.

“Karena wilayah penyebaran seluruh wilayah pelosok Indonesia dengan sasaran generasi muda,” ujarnya.

Dari temuannya, ada 68 jenis Narkoba baru (NPS) dan jumlahnya akan terus berkembang. “Hanya 60 jenis yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan, tapi yang lainnya belum dapat ditindak, karena Undang Undangnya belum menjangkau.”

Lanjutnya, Indonesia merupakan keranjang sampah Narkoba dan Cina merupakan pemasok terbesar di Indonesia.

Khusus negara Cina menjadi perhatian khusus, karena narkotika dari Cina ke Indonesia mencapai 250 ton. Indonesia merupakan sasaran pasar Narkoba.

Selesai sosialisasi, Ketua BNN Jatim Brigjen Bambang Budi Santoso mengukuhkan  Relawan Anti Narkoba yang anggotanya terdiri Santri Ponpes Gadingmangu. (rahma)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

CLOSE
CLOSE

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional