Aplikasi “Si Bang Kodir” untuk ASN pantau IP Resmi Diluncurkan

oleh -570 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah meninjau operator aplikasi Si Bang Kodir milik BPSDM Jatim.

SURABAYA, PETISI.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) meluncurkan aplikasi “Si Bang Kodir” atau Aplikasi Pengembangan Kompetensi Mandiri khusus untuk memudahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat memantau proses pengukuran Indeks Profesionalitas (IP).

Pada aplikasi “Si Bang Kodir”, para pengguna akan mendapatkan berbagai informasi, seperti data pengembangan kompetensi ASN dalam setahun berupa infografis dan tabulasi data untuk mengukur Indeks Profesionalitas ASN dengan lebih optimal.

Selain itu, jadwal kegiatan pengembangan kompetensi yang bisa diikuti oleh ASN, baik berupa kegiatan daring maupun klasikal, serta dari sisi pengelola kepegawaian dapat diketahui data pengembangan ASN.

“Aplikasi ini berbasis android yang bisa diakses oleh setiap ASN melalui gawai,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Aries Agung Paewai, di sela peluncuran aplikasi di Kantor BPSDM di Surabaya, Senin (9/11/2020).

Selain itu, manfaat dari aplikasi tersebut juga memberi kemudahan kepada seluruh ASN dalam melakukan pengisian serta penghitungan jam pelajaran yang telah berhasil ditempuh dalam waktu setahun.

Sesuai Per Ka BKN Nomor 8 Tahun 2019, bahwa setiap ASN berhak mengikuti diklat pengembangan kompetensi sebanyak 20 Jam Pelajaran. Dari aplikasi ini ASN dapat memantaunya.

“Dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi ASN,” ujar pejabat eselon II yang juga inisiator aplikasi tersebut.

Peluncuran aplikasi “Si Bang Kodir” ini dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dia mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan BPSDM setempat.

“Inovasi memang harus dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD). Ini akan memacu semangat dan mendorong kinerja,” katanya.

Mantan Mensos RI itu menjelaskan, kualifikasi kompetensi ASN merupakan kebutuhan yang mendesak. Sebab, sangat banyak dinamika yang harus diantisipasi dengan sesuatu yang programatik dan sistemik.

“Karena itu, ASN di lingkungan Pemprov Jatim dituntut harus dinamis, inovatif, kreatif, serta ada improvement di dalamnya, terutama dalam mem-breakdown RKPD dan Nawa Bhakti Satya ke program nyata sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Pada kesempatan sama, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut juga meluncurkan Pusat Pembelajaran Jarak Jauh (Puspa Raja), membuka Space Training Class and International Training Class BPSDM Jatim, peresmian Command Center dan PPID, serta penyerahan sertifikat SMM ISO 9001 : 2015. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.