PETISI.CO
Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto.
PERISTIWA

Asesmen di Lokasi Pelaksanaan UTBK Jadi Fokus Pemkot Surabaya

SURABAYA, PETISI.CO – Tahap Asesmen di beberapa kampus sebagai lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasi Komputer (UTBK) SBMPTN menjadi prioritas Pemkot Surabaya. Dari hasil itu nanti bisa didapatkan rekomendasi pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

Menurut keterangan Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto, ada 4 kampus yang direncanakan menjadi tempat dilaksanakannya UTBK itu.

“ITS, Unair, UPN, dan Unesa. Ada di beberapa tempat (dalam area kampus),” kata Irvan, Selasa, (23/3/2021).

Irvan menyebut, pelaksanaan UTBK sendiri rencananya bakal dilangsungkan di bulan April hingga Mei 2021 mendatang. Namun, pihak Pemkot Surabaya mengambil keputusan mempercepat asesmen agar pihak universitas bisa lebih mempersiapkan diri. Pelaksanaan UNBK sendiri akan berlangsung dengan metode offline.

Baca Juga :  Resmi, APBD Pemkot Surabaya 2022 Capai Rp 10,3 Triliun

Langkah penilaian akan tetap melibatkan pihak kampus-kampus tersebut. Dari hal itu nantinya diharapkan tim Satgas Covid-19 Kota Surabaya bisa langsung memberikan rekomendasi perihal mekanisme pengamanan dan pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

“Soalnya tahun lalu kan pakai rapid anti-bodi, tidak menutup kemungkinan nanti kita sepakati. Tidak tahu Menggunakan apa, GeNose, rapid anti-gen atau bahkan swab PCR,” ujarnya.

Mantan Kepala Satpol PP Kota Surabaya itu memastikan untuk asesmen sudah sesuai dengan arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

“Hasil asesmen nanti Kita bawa di forum universitas, (menyampaikan) kekurangan di sini-di sini. Sehingga Masih ada waktu untuk perbaikan,” terangnya.

Baca Juga :  Babinsa Benowo Minta Masyarakat Tak Awam Aturan PSBB

Pihaknya juga akan membahas perihal teknis penyelenggaraan UTBK di tahun 2021 ini. Ia mencontohkan, peserta ujian diimbau untuk membawa bekal makan sendiri, sehingga meminimalisir terjadi kerumunan.

Kemudian, baik peserta maupun panitia harus tetap menjaga penerapan protokol kesehatan.

“Kayak kantin seyogianya ditutup dulu, jadi kalau memang mau makan ya makan di tempat terbuka tidak di tempat umum dan membawa bekal sendiri. Hal-hal teknis dibahas, seperti tempat istirahat isoma diupayakan di tempat terbuka, menjaga jarak. Itu Kita cek semua,” tegasnya.

Baca Juga :  Gowes Bareng, Dandim 0815 dan Kapolresta Bagikan Masker di Wilayah Dawarblandong

Di samping itu, Pemkot Surabaya telah memberikan fasilitas vaksinasi kepada para dosen atau panitia UTBK. “Khusus warga Surabaya nantinya akan dilayani, sesuai dengan arahan wali kota,” pungkasnya. (nan)

terkait

Aksi Damai Demo Aremania Luruk Gedung DPRD Kota Malang

redaksi

Baru 61,6 Persen Milenial Puas dengan Kinerja Gubernur Jatim

redaksi

Jalin Keakraban, Pangdivif 2 Kostrad Mancing Bersama Prajurit

redaksi