Banyak Lubang di Jalur Provinsi-Jember, Pengguna Jalan Mengeluh

oleh
oleh
Tanda kelas jalan III C di atas jembatan Keting, Kecamatan Jombang, Jember

Jember, petisi.co – Para pengendara harus lebih berhati-hati ketika melintas di jalan provinsi ruas batas Kabupaten Jember-Lumajang, tepatnya di tiga Desa Padomasan, Keting dan Jombang Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.

Tiga desa tersebut merupakan tapal batas dari Kabupaten Jember dan Lumajang, maka dari itu, kondisi jalan provinsi dilokasi tersebut rusak dan berlubang. Pantauan media ini jalan merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Sangat memprihatinkan. Aspal tak lagi mulus, banyak lubang menganga di bahu dan badan jalan. Saat ini kondisinya membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan yang melintas, apalagi pengguna jalan tersebut banyak dilalui anak sekolah,” Minggu (1/11/2025) kata Imam Muslim 34 tahun alumni IAIN Jember

Imam sendiri seorang pengendara motor, menuturkan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama. Memang betul sudah ada perbaikan, tapi tidak lama kemudian rusak dan berlubang lagi, di duga akibat muatan truk terlalu berat.

“Seperti Truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang setiap harinya bermuatan bahan material ke pabrik semen di Kecamatan Puger,” cetusnya.

Di sebelah jembatan Keting, jelas terpampang rambu rambu lalu lintas, yang menyatakan Muatan Sumbu Terberat (MST) 8 ton. Tapi tetap saja dilewati oleh truk truk Odol yang melebihi kapasitas.

“Dulu rusaknya tidak separah itu, sekarang lubang dijalan makin banyak, apalagi pengguna jalan provinsi itu banyak dari anak sekolah. katanya saat ditemui di lokasi,” ucap Hanif Totok Efendi 46 tahun warga Dusun Krajan 1 Padomasan

Lanjut Totok, lerusakan jalan provinsi ini semakin parah ketika musim hujan. Tak sedikit lubang tergenang air, membuat para pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas agar tidak terperosok ke lubang jalan.

“Jalan berlubang sangat berbahaya untuk keselamatan pengendara, terlebih pengendara yang jarang melintas dan tidak tahu kalau jalannya rusak dan berlubang,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, ada pengendara motor yang terjatuh karena terperosok ke lubang jalan, untungnya korban hanya mengalami luka lecet.

Karena itu, ia berharap jalan tersebut bisa segera diperbaiki. Sebab, kalau tetap dibiarkan khawatir kerusakan semakin bertambah. Selain dilakukan perbaikan, di sini juga perlu dibangun saluran drainase, agar ketika hujan, air tidak menggenang di jalan provinsi.

Mereka, mengklaim penyebab rusaknya jalan raya Provinsi tersebut, dikarenakan setiap hari di lintasi truk berukuran besar yang diduga milik pabrik semen. Tonase muatannya melebihi ukuran yang telah ditentukan keberadaan kelas jalan tersebut.

Perlu diketahui, kelas Jalan penghubung Jombang–Lumajang itu adalah kelas III C dengan Muatan Sumbu Terberat maksimal 8 ton. (zai)