Surabaya, petisi.co – Apresiasi setinggi-tingginya layak diberikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim). Melalui Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (UPT PTKK) berhasil meraih dua penghargaan nasional sekaligus.
Dua penghargaan itu, sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Terbaik Tahun 2025 bidang Fotografi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia dan penghargaan TUK Terbaik dari Forum LSK dengan capaian persentase kelulusan tertinggi secara nasional.
Atas capaian tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi. Prestasi tersebut, dinilai sebagai bukti nyata konsistensi dan kualitas pembinaan pendidikan vokasi di Jatim.
“Penghargaan ini menjadi validasi bahwa pembinaan vokasi di Jatim berjalan secara konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujarnya di Surabaya, Senin (20/4).
Capaian ini, sekaligus menunjukkan keseriusan Pemprov Jatim dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif dan terampil terhadap kebutuhan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA). Terlebih di tengah dinamika global yang dipengaruhi perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT) dan big data.
“Dunia kerja saat ini sangat kompetitif dan dinamis. Dibutuhkan individu yang memiliki keahlian spesifik, adaptif, serta mampu menguasai teknologi baru,” tuturnya.
Menurutnya, UPT PTKK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencetak tenaga terampil yang kompeten dan siap kerja. Peran ini sejalan dengan misi Nawa Bhakti Satya, khususnya “Jatim Cerdas”, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing SDM.
“UPT PTKK menjadi simpul strategis untuk memastikan lulusan vokasi Jawa Timur memiliki kompetensi yang terstandar, teruji, dan relevan dengan kebutuhan industri. Ini fondasi penting dalam mewujudkan Jatim Cerdas,” paparnya.
Selain sebagai pusat pelatihan, UPT PTKK juga berfungsi sebagai TUK resmi yang menyelenggarakan sertifikasi kompetensi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bagi siswa SMK, SMA Double Track, pendidikan khusus dan layanan khusus (PKPLK), serta masyarakat umum.
Pada bidang fotografi, capaian ini turut didukung oleh tingginya partisipasi peserta sertifikasi yang mencapai sekitar 300 siswa, menjadikan Jatim sebagai salah satu daerah dengan jumlah lulusan sertifikasi fotografi terbanyak secara nasional.
Sertifikasi kompetensi memiliki peran penting karena menjadi bukti pengakuan formal atas kemampuan kerja yang dimiliki lulusan, sekaligus meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.
“Sertifikat kompetensi memiliki peran penting. Bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi pengakuan resmi atas kemampuan kerja dan keahlian yang dimiliki dan menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja,” jelasnya.
Dalam implementasinya, UPT PTKK mengembangkan berbagai program pelatihan berbasis keterampilan yang mencakup beragam bidang, mulai dari teknik mesin, pengelasan, otomotif, teknik pendingin dan tata udara, hingga tata busana, tata boga, tata kecantikan, serta bidang kreatif seperti desain grafis, animasi, fotografi, dan videografi.
“Spektrum kompetensi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil pasar kerja sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis keterampilan,” tandasnya.
Selain pelatihan berbasis pusat, UPT PTKK juga menghadirkan inovasi melalui program Mobile Training Unit (MTU) dalam skema MILEA. Program ini memungkinkan layanan pelatihan vokasi menjangkau siswa secara langsung di berbagai daerah, khususnya wilayah dengan keterbatasan fasilitas praktik.
“Melalui MTU, kita memastikan tidak ada kesenjangan akses. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi, di mana pun mereka berada,” tegasnya.
Sebagai TUK yang ditetapkan oleh LSK, UPT PTKK juga berperan strategis dalam pelaksanaan uji kompetensi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), baik bagi guru maupun siswa, guna menjamin standar kualitas keahlian.
Didukung fasilitas praktik yang sesuai standar industri, proses pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja dan kompetitif. “Keberhasilan penguatan pendidikan vokasi di Jatim juga tercermin dari capaian prestasi di tingkat nasional,” ucapnya.
Selama tiga tahun berturut-turut, Jatim berhasil meraih juara umum pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional. “Capaian ini bukan hasil instan, tetapi buah dari pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ditambah pengakuan melalui penghargaan TUK terbaik,” katanya.
Ke depan, Pemprov Jatim akan terus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dengan dunia industri. Agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global.
“Kita ingin memastikan bahwa pendidikan vokasi benar-benar melahirkan talenta unggul yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing di tingkat global. Inilah wujud nyata Jatim Cerdas,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa penguatan UPT PTKK tidak hanya berfokus pada sarana dan prasarana, tetapi juga diarahkan sebagai pusat keunggulan (center of excellence) atau “Bengkel SDM” yang mampu mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
Kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menjadi kunci utama dalam memastikan standar kerja, budaya industri, dan kebutuhan kompetensi dapat ditransfer secara optimal kepada siswa.
“Standar industri harus benar-benar dihadirkan dalam proses pembelajaran. Sertifikasi yang diperoleh siswa harus relevan dan mampu menjembatani keterserapan kerja mereka,” ujarnya.
Aries memgingatkan seluruh layanan pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK dapat dimanfaatkan secara luas, baik oleh siswa maupun masyarakat umum, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM secara inklusif. (bm)







