Binaragawan Akbar Raih Emas, Raja Siahaan Tersenyum Bahagia

oleh
oleh
Raja Siahaan (dua dari kanan) foto bersama Akbar (dua dari kiri) dan dua binaragawan lainnya

Medan, petisi.co – Rasa haru dan bahagia tampak di wajah Raja Siahaan. Penantian panjang menunggu anak didiknya meraih medali emas cabang olahraga Binaraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Medan, berakhir dengan manis.

Adalah binaragawan Akbar Nur Azmi yang membuat Ketua Pengurus Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Jatim itu, tersenyum bahagia. Binaragawan berusia 31 tahun itu memenangkan final kelas body boilding 80 kg, dengan menyisihkan empat rivalnya.

Tak heran, ucapan selamat terus mengalir kepada Raja dari banyak pihak. Tak terkecuali Ketua KONI Jatim M Nabil dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim Iwan yang ditunjuk menjadi pendamping cabor binaraga.

Keduanya hadir menyaksikan laga final Akbar di Hall Hotel Four Points, Medan, Rabu (11/9) sore. “Tentu hasil yang dicapai Akbar membanggakan bagi seluruh masyarakat Jatim. Terima kasih atas doa dan supportnya, sehingga binaraga bisa meraih emas yang kita nantikan,” kata Raja.

Saking bahagianya, Raja berkali-kali mengajak Akbar dan atlet binaraga lainnya untuk foto bersama sebagai bukti bahwa ada atlet binaraga Jatim yang bisa berjasa untuk daerah tercinta. “Ayo foto bareng bersama pak Jefry Tagore (ketua pengprov PBSI Jatim,” pintanya.

Kemenangan Akbar di final sore itu, memang mendebarkan hati semua pecinta binaraga Jatim. Awalnya berharap emas pertama datang dari binaragawan Slamet Haryanto yang turun di kelas Men sport physique over to 170 cm. Namun, asa itu pupus setelah Slamet hanya menempati peringkat tiga dan mendapat perunggu.

Perlombaan hari berikutnya juga demikian.

Panca Trianggono yang turun di kelas 70 kg dinyatakan keluar sebagai juara dua dan meraih perak. Padahal, kans Panca merebut emas cukup besar. Namun, hakim juri tidak berpihak kepada Panca dan memilih binaragawan lain menjadi pemenangnya.

Harapan emas tinggal pada satu-satunya binaraga yang berlaga di final kelas 80 kg, yakni Akbar. Sebab, di kelas 80 kg+, Jatim tidak menurunkan atletnya. Jika sampai Akbar kalah, maka emas melayang. Pupus lah harapan meraih satu emas yang ditargetkan KONI Jatim.

Di tengah ketatnya persaingan kelas 80 kg, Akbar ternyata mampu menunjukkan otot kekarnya di setiap gerakan yang menjadi penilaian mampu membuat para juri memberikan nilai tertinggi. Maka, begitu dewan hakim menyatakan Akbar sebagai juara pertama, suasana di dalam Hall riuh pikuk.

Teriakan Jatim Jaya Luar Biasa dari puluhan suporter menggema di dalam ruangan. Offisial cabor binaraga provinsi lain ikut tersenyum melihat aksi para suporter Jatim yang memakai kaus warna hijau bertuliskan Jatim Wani.

Medali emas Akbar diserahkan langsung oleh ketua KONI Jatim M Nabil. Akbar juga langsung menerima bonus mentas sebesar Rp 30 juta dari KONI Jatim. “Bonus ini saya pakai untuk usaha saya Fitnesh di Solo,” ucap Akbar tersenyum bahagia. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.