BOP Covid-19 Untuk Madin di Bondowoso Dipotong

oleh
oleh
Ilustrasi.
Setiap Pengelola Lembaga Kecewa

BONDOWOSO, PETISI.CO – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengucurkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Covid-19 untuk Madrasah Diniyah (Madin) di wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Namun, para lembaga Madin tersebut, keluhkan realisasinya di lapangan.

Menurut sumber petisi.co di Bondowoso menyebutkan, setiap Madin mendapatkan Rp 10 juta. Akan tetapi semua pengelola lembaga tidak menerima uang sebanyak itu. Ada hanya menerima Rp 5 juta.

Setiap lembaga yang memperoleh bantuan BOP Covid-19 dipotong Rp 5 juta untuk pembelian alat-alat penanganan Covid-19 sesuai dengan surat pemesanan yang disediakan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).

“Anggarannya dipotong Rp 5 juta dengan cara pembelian alat-alat penanganan Covid-19 dan pembuatan proposal serta SPJ,” kata salah satu pengelola lembaga wilayah Kecamatan Tenggarang yang enggan disebut namanya, Kamis (19/11).

Anehnya lagi, lanjut dia, barang yang diterimanya tidak sesuai harapan.

“Harga lampu yang seharusnya Rp 1 juta dibelikan dengan harga Rp 600 ribu. Masker hanya Rp 5 ribu dihargai Rp 10 ribu. Temperatur hanya Rp 400 ribu di hargai Rp 600 ribu dan masih banyak lagi lainnya. Yang jelas kami kecewa,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, salah satu aktivis pemerhati pendidikan di Bondowoso, Imam Jazuli (22), meminta kepada  Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) segera melakukan pengauditan.

“Lembaga sudah dapat bantuan BOP Covid-19, dari pemerintah pusat kok malah terjadi seperti ini. Kami meminta kepada BPK selamatkan uang negara di Bondowoso ini,” ringkasnya. (tif)

No More Posts Available.

No more pages to load.