PETISI.CO
Pemukulan gong oleh Bupati Magetan tanda dibukanya Pameran Tosan Aji
PERISTIWA

Bupati Magetan: Pameran Tosan Aji Diharapkan Bisa Rutin Digelar

MAGETAN, PETISI.CO Untuk melestarikan warisan budaya leluhur, juga menumbuhkan kecintaan dan memberi edukasi kepada masyarakat khususnya kaum milenial, Paguyuban Sejarah Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (Pekatik) Magetan mengelar pameran dan bursa Tosan Aji (Keris) yang dibuka secara langsung oleh Bupati Magetan.

Penyelengaraan digelar selama tiga hari mulai tanggal 25 hingga 27 November 2021 dimulai dari pukul 10.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB, diikuti kurang lebih 170 peserta yang tergabung dalam Komunitas Tosan Aji berbagai wilayah.

Baca Juga :  Polres Bareng Dinkes Jember Lakukan Vaksinasi Massal
Bupati Magetan meninjau stand pameran Tosan Aji

Hal ini disampaikan Mbah Juno sesepuh Pekatik selaku Ketua Panitia pada sambutanya mengawali pembukaan Pameran Tosan Aji di Gedung Kesenian, Kamis (25/11/2021).

Bupati Magetan Suprawoto menyambut baik kepada panitia utamanya Pekatik yang diprakarsai oleh Mbah Juno. Ini sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk melihat ekonomi tahun depan akan seperti apa.

Yang mana kegiatan diperbolehkan asalkan menerapkan prokes, agar kegiatan ekonomi ini menggeliat. Karena kalau tidak akan berbahaya bagi pelaku usaha hidup bermasyarakat dan bernegara.

Baca Juga :  Bupati Magetan Tinjau Kesiapan PPKM Berbasis Mikro di Dua Lokasi Kampung Tanguh

“Diharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini bisa diagendakan secara rutin, tanggal maupun bulanya pasti. Sehingga di Magetan ini setiap minggunya ada event baik event apapun dan jangan sampai enggak. Mulai dari pertanian, peternakan,” ungkap Bupati Suprawoto.

Sehingga kegiatan ekonomi masyarakat bisa menggeliat namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Apalagi keris ini adalah warisan budaya Indonesia yang diakui oleh dunia.

Jangan sampai nanti justru dilupakan masyarakat kita tercabut dari akarnya. Oleh sebab itu kemudian diharapkan, anak-anak sekolah bisa melihat dan itu sangat bagus, untuk transformasi nilai agar anak-anak memahami dan mengetahui filosofi tentang keris. Sehingga akan mencintai budaya.

Baca Juga :  Bupati Magetan Serahkan Anggota Paskibraka Kepada 18 Camat

Sangat bahaya kalau orang itu sudah tercabut dari akar budaya dia tidak punya identitas sebagai bangsa,”ini salah satu upaya paguyuban tosan aji untuk mentransformasi nilai sekaligus memperlihatkan jati diri budaya indonesia,” tutupnya. (pgh)

terkait

Wagub Emil Dardak Apresiasi Generasi Muda Petani Milenial Organik Magetan

redaksi

Sutan Riska Bupati: Vaksin Covid-19 Aman dan Masyarakat Jangan Takut

redaksi

Jabat Dinas Baru, Ade D’Cross Inginkan Dispangtan Kota Malang Melek IT

redaksi