Cegah Santri dari Bahaya Narkoba, BNN Jatim Blusukan dari Ponpes ke Ponpes

oleh
Kepala BNN Jatim, Brigjend Pol Drs Fatkhur Rahman, SH, MM,(tengah) didampingi Sokip penanggungjawab petisi.co (kiri) dan Bhirowo Seno Adji, salah satu direksi petisi.co (kanan).

SURABAYA, PETISI.CO – Baru menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi di Jawa Timur (Jatim),  Brigjend Pol Drs Fatkhur Rahman, SH, MM sudah banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan.

Diantaranya, upaya mempersempit jaringan peredaran narkoba tingkat internasional, melalui jalur laut dan udara, karena Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta. Dengan demikian, Jawa Timur yang sebelumnya masuk 5 besar sebagai daerah peredaran narkoba terbesar di Indonesia, bisa dipersempit hingga menjadi 10 besar.

Ditemui tim dari petisi.co di ruang kerjanya, Brigjend Pol Drs Fatkhur Rahman, SH, MM, menyampaikan  berbagai program untuk penanggulangan dan pemberantasan narkoba di Jatim. Koordniasi dengan jajaran dan instansi samping juga dilakukan untuk mensinergikan tugas-tugas dari BNN.

Seperti yang dilakukan saat kunjungan ke Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H.,M.A.P., awal Maret lalu. Dalam kunjungan ke Koarmatim, Kepala BNN Jatim ingin menjalin kerja sama yang sinergi dengan Koarmatim dalam menangani peredaran Narkoba di wilayah Surabaya.

Selain itu, juga bersilaturahim dengan para sesepuh dan kiai di Jawa Timur. Seperti yang akan dilakukan Sabtu (25/3/2016) di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, menjadi salah satu pembicara dalam Pelantikan Pengurus ISNU Jombang.

Menurut  Brigjend Pol Fatkhur Rahman, yang kini sedang dipersiapkan dirinya  sebagai Kepala BNN Jatim adalah program BNN dari pondok pesantren (Ponpes) ke pondok pesantren di Jatim.

Program ini sebagai sosialisasi terhadap pencegahan narkoba supaya para santri bisa terhindar dari pengaruh narkoba. “Walau faktanya, kini ada oknum santri yang sudah terlibat dengan narkoba,” ujarnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat BNN Jatim dengan membawa buku yang berisi mengenai ‘Pandangan Islam, Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba’, akan keliling ke ponpes-ponpes seluruh Jatim.

“Sebenarnya dalam pandangan Islam, sejak dulu barang yang memabukkan, diharamkan. Memang, dulu tidak ada yang namanya ekstasi, shabu-shabu dan sejenisnya. Inilah yang harus dipahami oleh para santri di pondok pesantren yang ada di Jatim,” ujar mantan Wakapolda Kalsel ini.

Diharapkan, dengan program BNN blusukan dari pondok pesantren ke pondok pesantren, bisa mencegah peredaran narkoba di kalangan santri di Jawa Timur. “Apalagi, pondok pesantren merupakan salah satu tempat mencetak generasi penerus bangsa. Kalau santrinya terbebas dari pengaruh narkoba, tentunya akan menelorkan penerus bangsa yang hebat.”

Karena itulah, orang nomor satu di BNN Jatim ini juga berharap ada peran serta masyarakat, khsusunya di Jatim untuk bisa bekerjasama dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Apalagi, saat ini hampir semua lini sudah ada yang terkena narkoba.

“Memang faktanya, semua lini ada. Tetapi semua itu hanya ulah oknumnya saja, seperti di polisi dan tentara dan masyarakat lainnya. Karena itulah, kita harus bersama-sama untuk memerangi peredaran narkoba,” tambah Brigjend Fatkhur Rahman, salah satu polisi cerdas dan cinta NKRI ini.(kip)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.