Cekcok di Live TikTok, Tiga Remaja Putri Berkelahi di Depan Pemkot Surabaya 

oleh -346 Dilihat
oleh
Satpol PP Surabaya amankan remaja putri yang berkelahi di depan gedung Pemkot

Surabaya, petisi.co – Enam remaja putri diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya setelah terlibat perkelahian di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Selasa (28/1/2025). Insiden tersebut dipicu oleh saling ejek saat siaran langsung melalui platform media sosial TikTok.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga yang melihat perkelahian tersebut.

“Ada warga yang melintas dan melihat kejadian itu. Mereka langsung mendatangi kantor kami untuk melapor,” ujar Fikser.

Dari hasil pendataan, diketahui bahwa perkelahian tersebut melibatkan tiga remaja yang awalnya terlibat cekcok saat live di TikTok hingga akhirnya sepakat bertemu secara langsung untuk menyelesaikan perselisihan.

Selain mengamankan tiga remaja yang berkelahi, petugas Satpol PP juga membawa tiga remaja lainnya yang berada di lokasi sebagai saksi.

“Total ada enam anak yang kami amankan. Dua orang terlibat sebagai pelaku, satu sebagai korban, sementara tiga lainnya menjadi saksi. Rata-rata usia mereka 15 tahun dan masih berstatus sebagai pelajar,” jelas Fikser.

Untuk menangani kasus ini, Satpol PP menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya guna melakukan pendekatan dan pendampingan terhadap para remaja tersebut.

“Kami ingin mengetahui akar masalahnya, mengapa anak-anak ini sampai terlibat dalam perkelahian. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami,” tambahnya.

Selain itu, Satpol PP juga memanggil orang tua dari masing-masing remaja yang terlibat agar mereka lebih memahami aktivitas anak-anaknya di luar rumah, terutama yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami ingin orang tua lebih aktif dalam mengawasi anak-anak mereka, baik di lingkungan sekitar maupun saat menggunakan media sosial. Orang tua harus tahu apa yang diakses anak-anak mereka, siapa teman-temannya, dan bagaimana aktivitas mereka di dunia maya,” tegas Fikser.

Ia juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para orang tua untuk lebih peduli terhadap interaksi dan aktivitas anak-anaknya, sehingga kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.