Petisi
Terdakwa Stefanus Stanislas.
HUKUM

Cemburu, Stefanus Tega Aniaya Kekasih  

SURABAYA, PETISI.COCemburu boleh-boleh saja, malah ada yang bilang menunjukkan rasa sayang. Tapi kalau sampai emosi dan melakukan kekerasan terhadap sang kekasih, malah berujung kesengsaraan.

Seperti yang dialami Stefanus Stanislas. Gegara menganiaya kekasihnya, Ririn Setyowati, dia menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2020).

Sidang perkara penganiayaan yang dipimpin Hakim Harijanto, itu pun menarik perhatian. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andhiem dari kejaksaan Tanjung Perak, menghadirkan dari kepolisian yang menangkap terdakwa.

Dalam kesaksiannya, dia mengatakan melakukan penangkapan setelah menerima laporan dari saksi korban, Rini Setyowati. Korban mengaku dianiaya terdakwa. Bagian punggungnya dipukuli terdakwa yang tak lain adalah pacar saksi korban. “Iya terdakwa ditangkap di rumahnya di Jalan Darmo Asri Blok AD, Surabaya,” katanya di hadapan Majelis Hakim.

Keterangan saksi tersebut, dibenarkan terdakwa. “Iya pak saya memukul Ririn pada bagian punggungnya itu dipicu karena cemburu,” aku terdakwa.

Perkara berlatar belakang asmara ini terjadi pada 17 Oktober 2019, sekira pukul 03.00 Wib. Pagi itu Ririn Setyowati pulang kerja. Tiba-tiba terdakwa mendatangi dan memaksa Ririn pulang ke rumah terdakwa di Jalan Darmo Indah Asri Blok AD, Kelurahan Karang Poh, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Sesampainya di rumah, Ririn dipaksa masuk kamar, dan terdakwa langsung mengunci pintunya. Terdakwa melihat HP Ririn dan marah-marah.

Ririn pun ketakutan dan meminta pulang ke kostnya. Akan tetapi terdakwa langsung menarik tangan Ririn dan dilempar ke tempat tidur sampai jatuh. Terdakwa memukul kepala Ririn berkali-kali dengan tangan kosong.

Ririn berteriak minta tolong, tetapi terdakwa langsung membungkam mulutnya. Ririn sempat meminta pulang. Namun terdakwa mengancam dengan kalimat “Kalau kamu ngotot mau pulang, saya pukul” sambil terdakwa menyulutkan rokok yang dipegang ke dahi dan lengan Ririn. (pri)

terkait

Kejati Jatim Pelototi Kasus Aset Gelora Pancasila, Naik Penyidikan

redaksi

Mediasi Damai Gagal, Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa

redaksi

Miryam Divonis 5 Tahun Penjara, Bohong saat Sidang e-KTP

redaksi