Dahlan Iskan Dukung Pimpin Ketum PWI Pusat, Ketua PWI Riau Makin Mantap Mencalonkan Diri

oleh -138 Dilihat
oleh
Ketua PWI Provinsi Riau, H Zulmansyah Sekedang sowan ke Dahlan Iskan
-->

JAKARTA, PETISI.CO – Sowan dan silaturrahmi dengan Dahlan Iskan (DI) Ketua PWI Jawa Timur dua periode 1990-1998 di Capital Residence SCBD Jakarta, Minggu (18/6/2023), Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau, H Zulmansyah Sekedang semakin mantap maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat 2023-2028.

“Alhamdulillah. Abah Dahlan Iskan memberi banyak nasihat, masukan dan sekaligus dukungan untuk memimpin PWI Pusat 2023-2028. Saya semakin mantap untuk maju menjadi Ketum PWI Pusat,” jelas Zulmansyah, yang pernah menjadi Ketua SPS Cabang Riau saat DI menjabat Ketua Umum SPS Pusat.

Zulmansyah mantan Ketua Forum Pemred Jawa Pos Group 2017-2018  sowan di rumah DI didampingi Ketua Dewan Kehormatan PWI Riau, H Helmi Burman, Wakil Ketua, Raja Isyam Azwar, Bendahara Oberlin Marbun, dan anggota Penasihat PWI Riau H Novrizon Burman.

Salah satu masukan penting dari DI menurut Zulmansyah adalah, totalitas ketika memimpin organisasi PWI Pusat.

“Anda mampu memimpin PWI. Kalau Anda terpilih sebagai Ketum, Anda harus tinggalkan Kota Pekanbaru. Harus tinggal di Jakarta agar sukses,” kata Zulmansyah, mengutip kalimat DI.

Zulmansyah yang sudah bergabung di Jawa Pos Group lebih 25 tahun lamanya mengungkapkan, semakin banyak saran, nasihat dan dukungan dari senior-senior di PWI, maka semakin terlihat masalah dan solusi untuk mewujudkan PWI HEBAT.

Mewujudkan PWI HEBAT adalah visi Zulmansyah, yang pernah memimpin media cetak dan media online di Group Jawa Pos di Provinsi Riau, Sumatera Utaraz dan Aceh sekaligus.

Suasana silaturahmi dengan Dahlan Iskan

Kata HEBAT bukan hanya bermakna perubahan menjadi lebih baik, tetapi juga merupakan sebuah akronim. Huruf H adalah Harmonis, di mana PWI harus menjadi wadah berhimpun dan mempersatukan wartawan serta pengurus lebih erat dan harmonis.

Huruf E adalah ekonomi keluarga wartawan dibantu. Menurut Zulmansyah, di saat dan setelah pandemi Covid 19, banyak sekali wartawan dan keluarganya mengalami masalah secara ekonomi. Itu harus dibantu. PWI harus berbuat atau menyiapkan program untuk membantu anggotanya yang kurang beruntung itu.

Sementara B adalah bargaining power. PWI harus mempunyai daya tawar terhadap stakeholder dan mitra. Sedangkan A adalah Amanah.

“Semua pengurus PWI harus amanah. Dari PWI Pusat, PWI Provinsi sampai PWI Kabupaten/Kota harus taat PD, PRT, KEJ, dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) PWI,” sebutnya.

Terakhir, huruf T bermakna tempat silaturahmi, tempat edukasi wartawan, tempat melindungi profesi wartawan berkreasi dan berinovasi, sekaligus sebagai tempat happy-happy atau bergembira ria.

”Mari kita jadikan PWI sebagai rumah besar wartawan untuk kita bersilaturrahmi, mengedukasi, dan melindungi wartawan. Sekaligus tempat wartawan bergembira-ria di rumah besar dengan jumlah anggota terbanyak di NKRI ini,” tutup Zulmansyah kepada petisi.co. (cah)

No More Posts Available.

No more pages to load.