Digelontor Rp 2 Miliar, Boyongan RSUD Gambiran Molor

oleh
RSUD Gambiran 2 yang saat ini sudah difungsikan dan belum total untuk perpindahannya

KEDIRI, PETISI.CO – Meski sudah diresmikannya bangunan RSUD Gambiran 2 Kota Kediri sejak tahun lalu, namun perpindahan rumah sakit dari Gambiran 1 ke Gambiran 2 hingga saat ini belum selesai atau molor dari target.

Padahal, tak tanggung-tanggung dalam perpindahan itu sudah menelan anggaran APBD Kota Kediri sebesar Rp 2 miliar.

Molornya boyongan rumah sakit milik daerah tersebut membuat anggota dewan yang membidangi kesehatan geram.

Salah satu anggota Komisi C  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muzaer Zaidib mengaku, sudah beberapa kali pihak Gambiran mengulur-ulur batas waktu perpindahan tersebut.

Padahal jadwal pertama boyongan selesai pada bulan Agustus 2017 lalu.

“Jadwalnya mundur, dan untuk tahun ini rumah sakit meminta sampai tanggal 6 Maret besok, berati kurang beberapa hari lagi untuk perpindahan RSUD tersebut. Jadi kita tunggu lah,” ujarnya melalui ponselnya, Selasa (27/2/2018).

Lebih lanjut, terkait molornya perpindahan tersebut, Zaidib yang dari politisi PKB ini bakal memanggil pihak RSUD Gambiran Kota Kediri.

Pihaknya bersama Komisi C DPRD Kota Kediri akan meminta keterangan ataupun alasan terkait mundurnya jadwal perpindahan yang tak sesuai target.

Saat ditanya terkait kendala molornya perpindahan RSUD Gambiran? Zaidib menegaskan, selama ini pihak RSUD Gambiran sama sekali tak pernah memberikan alasan jelas.

“Selama ini kita belum mendapat keterangan dari rumah sakit kendala perpindahan itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemerintah Kota Kediri, Apip Permana saat dihubungi untuk konfirmasi masalah tersebut belum menjawab.

Seperti diketahui, Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri, Dr. Fauzan Adima menjelaskan, jika biaya untuk perpindahan RSUD Gambiran 1 ke Gambiran 2 memang cukup besar, karena ada beberapa alat yang sudah terpasang permanen dan jika dipindah harus memerlukan anggaran lagi guna mengganti alat yang rusak.

“Seperti scanner bila dipindah chip nya pasti rusak, otomatis dan kita harus menggantinya yang baru,” kata Fauzan beberapa waktu silam.

Ia mengaku, rencananya perpindahan dilakukan secara bertahap dan tidak langsung semuanya dibawa ke RSUD Gambiran 2.

“Bertahap dulu, tapi bila Agustus besok sudah siap, untuk boyongannya bisa semua,” ujarnya.

Menurutnya, jika sudah pindah ke RSUD Gambiran 2 yang ada di Jalan Kapten Tendean otomatis Gambiran 1 yang ada di Jalan Wachid Hasyim akan kosong.

Sementara untuk Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUD Gambiran 2 tetap memakai yang lama.

Diketahui, RSUD Gambiran 2 memiliki dua kali lipat jumlah tempat tidur dari RSUD Gambiran 1. Di gedung baru ini terdapat 550 tempat tidur di berbagai kelas untuk pasien.

Sebelumnya di RSUD Gambiran 1 hanya memiliki 280 tempat tidur. Bahkan, RSUD Gambiran 2 ini juga membuka poli baru yakni Poli Psikologi dan Poli Geriatri.

Sedangkan untuk bangunan RSUD Gambiran 1, rencanya Pemkot Kediri tetap menjadikan lokasi itu menjadi rumah sakit yang melayani berbagai poli dan stroke center. (bay)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.