Dinkes Gelar Jambore Kader Kesehatan se-Kabupaten Malang

oleh
oleh
Plt Kadinkes Pemkab Malang, dr. Nur Syamsu Dhuha

Malang, petisi.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Jambore Kader Kesehatan dengan diikuti seribu peserta yang hadir di 33 Kecamatan terdiri dari 39 Puskesmas di wilayah Kabupaten Malang, Senin (9/9) bertempat di Warung Tani Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau.

Drs HM Sanusi MM., hadir di tengah-tengah masyarakat peserta Jambore Kader Kesehatan yang semua pesertanya ibu-ibu.

Ikut mendampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Dr Nur Syamsu Dhuha beserta jajarannya, Forpimcam Dau dan Kepala Desa Mulyoagung serta perwakilan bank jatim wilayah kerja di Kabupaten Malang.

Bupati Malang dalam acara Jambore Kader Kesehatan Dinkes Kabupaten Malang

Mengawali sambutannya sekaligus membuka gelaran Jambore Kader Kesehatan, Bupati Malang menyampaikan pentingnya Kader Kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Malang sebagai garda terdepan dalam rangka pengabdian terhadap kesehatan.

“Jambore Kader Kesehatan ini dapat menjadi forum strategis bagi para kader kesehatan untuk membangun komunikasi, koordinasi serta kolaborasi dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang,” tuturnya.

Lanjutnya, nilai ombudsmen dari kesehatan saat berada di Malang saat awal jadi bupati 32 persen, nilai pelayanan kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Malang rapot merah, sekarang nilainya sudah 88 persen, berkat dukungan para kader kesehatan yang bekerja keras dan seluruh pegiat kesehatan.

“Pegiat kesehatan termasuk rumah sakit yang kemarin sempat tutup di Lawang sekarang sudah menjadi rumah sakit terbaik di kanjuruhan yang hampir bangkrut karena pasiennya cuma 10 persen sekarang sudah 70 persen dan sudah menjadi RS terbaik Top Award Manajemen Rumah Sakit BUMD terbaik se- Indonesia,” ujar Bupati.

Direktur RS Kanjuruhan, dr Bobby juga mendapat penghargaan sebagai dokter teladan inovasi terbaik di Indonesia, sehingga dengan demikian Kabupaten Malang sekarang sudah bergerak maju lebih dari sebelumnya semuanya sudah jadi terbaik masyarakatnya berinovasi kesehatan berinovasi ternyata kader kadernya sehat-sehat semua.

Selain itu kata Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM insentif yang diterima kader kesehatan di awal Bupati Sanusi menjabat sebesar enam ratus ribu di tahun 2024 ini akan dinaikkan menjadi satu juta rupiah yang disambut sorak para kader kesehatan yang hadir.

Sementara angka stunting di Kabupaten Malang yang tercatat sebesar 6,2 persen hal itu sesuai dengan pencatatan angka bulan timbang pada Februari 2024 lalu.

Hal itu ada perbedaan dengan penilaian yang dilakukan tim Kementrian Kesehatan sebesar 18 persen, itu dikarenakan perbedaan sampling data antara bulan timbang dan tim Kemenkes RI.

Perbedaan itu dikarenakan adanya kehadiran bayi pada bulan timbang tidak maksimal.

“Saya mohon nanti pak kadis kesehatan para kader ini dilatih, dididik, dan saya kasih tugas. Pertama bagaimana menurunkan angka stunting 18 persen turun ke 90 persen, turun 50 persen, karena angka bulan timbangnya sudah 6 persen, berarti kalau dikomparasi nanti 9 persen bisa ya, sanggup?,” tanya Bupati. Hampir bersamaan para kader kesehatan menjawab dengan semangat, sanggup.

Sedangkan pada tahun 2023 angka kematian ibu 28 orang sedangkan bayi berjumlah 158 anak hal ini dikatakan Bupati apabila angka kematian ibu dan anak bisa diturunkan bersamaan dengan angka stunting, maka kalau angka stunting bisa diturunkan pada tahun 2025 menjadi 9 persen maka insentif kader kesehatan akan naik dua juta rupiah.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan, Nur Syamsu Dhuha menyatakan, posyandu adalah wadah pemberdayaan masyarakat yang paling sesuai mengatasi kegiatan-kegiatan tersebut terutama adalah Posyandu, karena Posyandu merupakan wadah untuk melaksanakan kegiatan pelayanan dasar.

“Terutama dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana yang dikelola oleh masyarakat serta penyelenggaraannya dilaksanakan oleh kader yang telah dilatih dibidang kesehatan dimana anggotanya berasal dari PKK, tokoh masyarakat dan anggota masyarakat,” sambung dr Nur Syamsu Dhuha.

“Untuk itu kader kesehatan perlu mendapatkan pembinaan, bimbingan, peningkatan pengetahuan, juga keterampilan yang dalam bidang kesehatan menjadi program kesehatan untuk pelaksanaan untuk Posyandu,” timpalnya. (clis)

No More Posts Available.

No more pages to load.