Petisi
Kantor UPT PDAM Kec. Deket Kab. Lamongan
PEMERINTAHAN

Disinyalir Ada Oknum Bermain, Tarif PDAM Naik tak Wajar

LAMONGAN, PETISI.CO – Beberapa keluhan warga diadukan pada LSM Lentera terkait kenaikan tarif PDAM di UPT PDAM Kec. Deket  Lamongan yang tidak wajar. Sudah puluhan pelanggan yang mengadukan, karena ketidakwajaran kenaikan tarif, angka persisnya kurang lebih sekitar 70 pelanggan.

Bagaimana tidak mengeluh, dari pemakaian wajar sejak kenaikan setahun lalu, sekarang tiba-tiba naik lagi, juga dengan pemakaian normal atau wajar perbulan seperti bulan-bulan sebelumnya, dari Rp 100 ribu ke Rp 250 ribu.

Pegawai UPT PDAM Kec. Deket menghindar dari jepretan kamera

Ada juga  sebuah rumah ibadah mushola Al-Hidayah RT 03 RW 04 di Dusun Keset Desa Sidorejo yang biasa perbulan kena Rp 200 ribu, sekarang melonjak signifikan menjadi Rp 1,5 juta. “Hampir 100 % lebih kenaikan tidak wajar, dan kami menduga ada oknum petugas berinisial “TN” yang bermain akan tarif PDAM ini,” ujar seorang warga.

Saat petisi.co mengklarifikasi ke UPT PDAM Deket, hampir semua pegawai di kantor bungkam, tidak mau menjawab. Hanya jawaban normatif yang dilempar ke petisi.co. “Silahkan konfirmasi ke Kepala UPT dan kantor PDAM pusat,” ujarnya.

Kabag Langganan PDAM Kab. Lamongan

Tidak berhenti di situ, Kabag Langganan PDAM Lamongan Samsudiono kepada petisi.co menuturkan, bahwa hal tersebut bisa jadi karena human eror dari petugasnya, atau memang cara pemakaian pelanggan yang berlebihan.

Ketika dikejar dengan pertanyaan, kenapa pegawai UPT PDAM mau menurunkan harga tarif, saat pelanggan memprotes akan mahalnya tarif PDAM disertai adu argumen yang keras? Samsudiono pun melempar balik untuk mengklarifikasi pada Kepala UPT PDAM Kec. Deket.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala UPT PDAM Kec. Deket Wage masih bungkam meski sudah diklarifikasi via WA, namun hanya dibaca saja, terlihat jelas centang dua warna biru.(ak)

terkait

Temuan BPK, Pemkab Bondowoso Mengkaji Ulang PHT Locare

redaksi

239 Kades Terpilih se-Kabupaten Tulungagung Resmi Dilantik

redaksi

Pergeseran Penggunaan Teknologi Dikhawatirkan Akan Terjadi PHK Besar-Besaran

redaksi