Inspektorat Pemkab Madiun Belum Ambil Tindakan
Madiun, petisi.co – Meski mengalami tindakan represif berupa pelarangan dan pembubaran oleh oknum camat dan pihak keamanan di Kabupaten Madiun, roadshow diskusi dan bedah buku berjudul Reset Indonesia tetap berjalan di sejumlah daerah. Dalam cuitan Twitter nya, Dandhy Laksono, salah satu penulis buku tersebut menunjukkan sebuah foto kegiatan diskusi di Kabupaten Trenggalek (22/12/2025) yang justru diikuti oleh para ASN.
Dalam cuitan twitternya Dandhy menuliskan, setelah dibubarkan di Madiun, diskusi buku “Reset Indonesia” digelar di Trenggalek, dihadiri ratusan ASN.

Menurut Dandhy dalam cuitannya, dalam diskusi itu mereka membicarakan soal reformasi pendidikan, lingkungan, pertanian, penolakan warga pada tambang emas terbesar di Jawa, proyek-proyek yang dipaksakan dari pusat, hingga ide federalisme.
Sementara itu, pasca pelarangan dan pembubaran diskusi buku Reset Indonesia di Kabupaten Madiun yang melibatkan oknum camat di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun (20/12/2025), Kepala Inspektorat Pemkab Madiun, Joko Lelono saat dihubungi via WhatsApp mengaku belum menerima informasi dan laporan kejadian tersebut.
Ditanya apakah Inspektorat Pemkab Madiun akan mengambil tindakan pada oknum camat yang tindakannya telah viral di media sosial tersebut Joko Lelono terkesan masih akan mencari informasi tersebut. “Saya tak koordinasi dulu,” ujarnya. (iya)








