Diuji Ketua MPR RI, Walikota Madiun Raih Gelar Doktor Administrasi Publik

oleh -440 Dilihat
oleh
Maidi dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar doktor pasca sidang terbuka di Gedung Universitas Terbuka (UT) Convention Center, Tangerang
-->

MADIUN, PETISI.CO – Belajar tak mengenal waktu dan usia. Begitulah kalimat yang layak diberikan kepada walikota madiun, Maidi yang baru saja dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar doktor pasca sidang terbuka di Gedung Universitas Terbuka (UT) Convention Center, Tangerang Selatan, Selasa (21/11).

Tak hanya itu, orang nomor satu di Kota Pendkar itu lulus sebagai doktor administrasi publik dengan predikat sangat memuaskan.

‘’Selama saya mengikuti pendidikan pada program doktor di UT sebagai PTNBH, banyak pengalaman dan pengetahuan yang saya dapatkan. Mulai dari proses awal, administrasi, ujian masuk, matrikulasi, perkuliahan, sertanukian tertutup maupun terbuka,’’ ungkap Maidi.

Pria yang pernah mengabdikan diri sebagai seorang guru ini mengungkapkan, tugas akhir program doktor (TAPD) dengan judul Model Evaluasi Kebijakan Smart City dengan Kota Madiun sebagai studi kasus mengantarkannya mendapat gelar doktor administrasi publik. Pun, menempuh pendidikan doktoral di UT sejak 2020 lalu.

Berdasarkan hasil nilai penempuhan mata kuliah, publikasi karya ilmiah, penelitian dan penulisan TAPD, maka komisi penguji memutuskan bahwa promovendus dinyatakan lulus dalam sidang terbuka. ‘’Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang membantu dalam proses kelulusan ini,’’ ujarnya.

Di samping itu, ada yang menarik dalam sidang terbuka Wali Kota Madiun. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo menjadi salah satu penguji eksternal dalam sidang terbuka. Bahkan, Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, mengapresiasi TAPD walikota madiun ini.

‘’Saya melihat sendiri bagaimana beliau (Maidi, Red) membangun Kota Madiun,’’ ungkapnya.

‘’Semula Kota Madiun terancam disingkiri, kini Maidi mampu menyulap menjadi jujukan wisatawan,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UT Prof. Ojat Darojat mengatakan bahwa gelar doktor bukan sekadar menambahkan dia huruf di depan nama. Melainkan ada tanggung jawab besar yang harus dipikul.

“Gelar doktor memiliki tanggung jawab yang melekat agar senantiasa dapat mengembangkan ilmu pengetahuan. Khususnya, administrasi publik. Serta, melekat pada pekerjaan dan integritas dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya. (adv/iya)

No More Posts Available.

No more pages to load.