Dongkrak Prestasi, MAN 1 Lamongan Buka Kelas Olimpiade

oleh
Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh (kiri) memberikan arahan dalam rapat koordinasi olimpiade di ruang pertemuan madrasah

LAMONGAN, PETISI.COMAN 1 Lamongan terus melakukan terobosan untuk semakin mendongkrak prestasi madrasah. Kali ini dilakukan dengan membuat program kelas khusus olimpiade bahkan kelas itu dimasukan sebagai kegiatan intra. Ada mapel sendiri dan masuk dalam jam muatan lokal (mulok). Selain kelas khusus olimpiade, madrasah juga semakin memperkuat ektra olimpiade yang sudah dimiliki selama ini.

Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh memberikan perhatian serius terhadap terobosan madrasah tersebut. Bahkan Kamis (2/08/2018), seluruh stakeholder dikumpulkan untuk diajak rapat koordinasi di ruang pertemuan madrasah. Tak hanya Waka Kesiswaan Suminto dan Waka Kesiswaan Rouf Baidlowi, seluruh guru pengampu mapel olimpiade juga diundang untuk diajak bicara.

“Kami harapkan semua bersinergi, terutama waka kurikulum dengan waka kesiswaan yang membawahi kegiatan ini, sehingga bisa menelurkan lebih banyak lagi anak berprestasi,” harap Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh dalam sambutannya.

Dikatakan, program ini dibuat untuk membawa madrasah menjadi lebih baik melalui prastasi akademik. Prestasi akademik, lanjut dia,  ada yang bersifat intra, juga bersifat ekstra. Terobosan kelas olimpiade dilakukan sebagai bentuk solusi madrasah untuk menelurkan bibit-bibit unggul yang mampu membawa harum nama madrasah lewat prestasi-prestasinya.

Dan untuk menjalankan kelas olimpiade, kata dia, landasanya adalah kelas olimpiade tahun lalu. Program kegiatan kelas olimpiade tahun lalu dibreakdown untuk dievaluasi bersama, sehingga bisa mencapai maksimal. “Apa yang kurang, kita benahi bersama, kita sempurnakan,” saran dia.

Dirinya berharap program ini berjalan dengan baik dan mencapai hasil maksimal. Untuk itu, dia minta semua pihak untuk memiliki komitmen dan keikhlasan. “Apa yang jadi kesepakatan kita hari ini, mari kita pegangi bersanma untuk ditindaklanjuti. Kita harus punya komitmen dan itu sangat penting,” tegas dia.

Selain komitmen, lanjut dia, keikhlasan menjadi faktor penting untuk bisa membuat program ini membuahkan hasil maksimal. “Dalam bekerja, kita berusaha semaksimal mungkin, dan itu tidak mungkin terjadi kalau tidak ada keikhlasan. Kita niatkan ibadah untuk mentransfer ilmu kepada anak-anak kita,” ucap dia.

Sementara itu, Waka Kurikulum Suminto menambahkan bahwa kegiatan olimpiade merupakan program madrasah. Kegiatan ini berada di bawah naungan kesiswaan dan kurikulum.Untuk kelas kelas olimpiade, lanjut Suminto, ada tiga rombel (rombongan belajar) di tiap-tiap tingkatan, yakni kelas Bahasa, MIPA-3, dan IPS-1 “Mapel olimpiade tidak ada perubahan, sedang guru pengampunya ada penambahan menjadi 13 orang,” jelas dia.

Suminto berharap semua pihak bekerja maksimal. Dirinya juga mengingatkan bahwa ending dari kegiatan olimpiade adalah prestasi. “Jadi, kita fokus pada bagaimana anak bisa punya prestasi. Kalau tahun lalu ada kekurangan kami harap ditutupi tahun ini,” tutur dia.

Di tempat yang sama, Waka Kesiswaan Rouf Baidlowi  juga menambahkan bahwa kegiatan ekstra olimpiade diadakan untuk menampung anak-anak yang tidak masuk dalam kelas olimpiade. “Mereka kita tampung untuk bisa meraih jalur prestasi, meski bukan anak kelas olimpiade,” kata Rouf Baidlowi.

Lebih lanjut, Rouf yang juga guru Bahasa Arab ini mengingatkan pada semua civitas akademika MAN 1 Lamongan, khususnya para guru untuk mengubah pola pikir atau paradigma bila ingin siswa madrasah berprestasi. Dikatakan, prestasi atau tidak itu sebenarnya dimulai dari pikiran. “Isi pikiran kita inilah yang sangat menentukan. Bila pikiran kita selalu positif thinking, maka tidak ada yang tidak mungkin. Tapi kalau sudah negatif thingking terus, akan sulit untuk meraih prestasi,” kata Rouf mengingatkan.

Mengapa? Rouf kemudian menjelaskan maksudnya. Menurut dia, bila guru tidak memiliki pikiran anaknya menjadi juara satu, tetapi malah justru takut bersaing dengan anak lembaga lain, maka energinya akan habis percuma dan tinggal energi negatif yang tersisa. Bila sudah seperti ini, lanjut, semuanya seperti  akan terasa berat dan ujung-ujungnya akan gagal. “Karena itu, kita harus tanamkan positif thinking lebih dulu di pikiran kita. Kita yakin dan yakinkan pada anak didik kita untuk jadi juara satu, insyaallah dengan pertolongan Allah SWT akan  bisa berhasil,” ucap dia. (roudlon)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.