Forum Koordinasi dan Sinkronisasi, Awas Ada Negara Maju yang Keberatan Indonesia Maju

oleh
oleh
Isra Ramli (dua dari kanan) bersama nara sumber lainnya

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Indonesia mencium gelagat tidak baik yang dilakukan oleh negara-negara maju. Di antara negara maju tersebut, ada yang keberatan Indonesia menjadi negara demokratis dan maju.

Hal itu diungkap Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Muhammad Isra Ramli dalam Forum Komunikasi dan Sinkronisasi (FKS) yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia di Surabaya, Kamis (11/9/2025).

Namun demikian, dalam FKS itu, Isra Ramli tidak menyebutkan negara maju mana saja yang keberatan Indonesia maju.

Menurutnya, kalau Indonesia jadi negara maju, maka sumber daya alam akan dikelola dan diolah sendiri. Keuntungan besarnya milik sendiri. Sumber daya manusianya juga akan menjadi tuan di negerinya sendiri.

Sementara, lanjutnya, mereka menikmati Indonesia yang sumber daya manusianya rendah. Sehingga, mereka menjadi tuan di negeri kita.

“Jadi harus kita pahami upaya pemerintahan Prabowo Subianto untuk mencapai kemajuan itu bukan tanpa halangan. Penghalangnya itu besar. Rakyat Indonesia diharapkan bisa menjadi bagian yang mendorong transformasi besar ini,” tegasnya.

Membangun peradaban Indonesia emas itu, Isra Ramli menyebut oleh presiden Prabowo, di tahun pertama ini, Isra Ramli, akan dititik tekankan kepada perbaikan kehidupan masyarakat di level paling bawah dulu. Jadi, masyarakat paling bawah ini harus mengalami perbaikan gizi dan nutrisi.

“Karena itu, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program andalan. Sekolah Rakyat (SR), Cek Kesehatan Gratis (CKG) Badan Usaha Milik Desa (BumDes), Koperasi Desa Merah Putih dan Perumahan Rakyat juga adalah program andalan presiden Prabowo,” jelasnya.

Tujuannya apa?. “Di tahun pertama ini, akan ada perbaikan kehidupan masyarakat akan memperbaiki daya beli masyarakat, kesejahteraan mereka, lalu itu akan menopang industrialisasi hilirisasi di tahun berikutnya,” paparnya.

Namun, Isra Ramli mengingatkan pihak-pihak yang punya niat jahat tadi berkepentingan membangun pemerintahan ini gagal di tahun pertama. Karena itu, jangan biarkan presiden Prabowo bekerja sendiri. Beliau bekerja hingga masa jabatan berakhir di 2030.

“Jangan biarkan fitnah jadi kebencian yang menutupi prestasi dan perbaikan yang sudah kita lakukan. Saatnya bergandengan tangan berkolaborasi dan bersinergi untuk membangun bangsa ini,” tuturnya.

Selain Isra Ramli, FKS dengan Tema Meneguhkan Pancasila, Mempersatukan Indonesia: Sinergi Lintas Sektor dalam Internalisasi Ideologi Pancasila pada Lingkungan  Penyelenggaraan Negara guna Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa ini juga menghadirkan nara sumber lain, yaitu Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP Toto Purbiyanto, Kepala Bakesbangpol Eddy Supriyanto dan Dosen FISIP Unair Suko Widodo. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.