Gubernur Khofifah Berharap Forum INDEF Lahir Rekomendasi Strategis Bagi Jatim

oleh -410 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah memaparkan visi misi industrialisasi Jatim di forum INDEF

SURABAYA, PETISI.CO – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa forum INDEF School of Political Economy (ISPE) akan lahir rekomendasi-rekomendasi strategis bagi Pemprov Jatim untuk terus berbenah dan terus tumbuh kedepan.

Harapan tersebut, disampaikan Khofifah saat menjadi narasumber dalam forum INDEF School of Political Economy (ISPE) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Senin (16/10/2023).

“Untuk itu, peran perguruan tinggi strategis seperti FEB UNAIR, menjadi bagian yang sangat penting untuk memberikan penguatan agar masyarakat Jatim tidak hanya menjadi penonton,” ujarnya.

Khofifah mengatakan bahwa pihaknya bertekad untuk menjadikan Jatim sebagai provinsi yang unggul atau leading smart industrial province. Hal itu menjadi visi yang jelas diterapkan di Jatim seiring dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).

Smart itu meliputi peningkatan partisipasi industri, transformasi budaya masyarakat industri, serta kecerdasan dalam pengelolaan industrialisasi (smart industrial governance). “Sedangkan leading (unggul) meliputi efisien, optimalisasi pemanfaatan SDA, penguatan struktur industri, serta peningkatan pangsa pasar,” ujarnya.

Untuk bisa mencapai visi leading smart industrial province, misi yang dilakukan di Jatim adalah menguatkan dan memantapkan struktur industri, meningkatkan daya saing industri yang berbasis pada pelestarian lingkungan hidup. Dan juga meningkatkan inklusivitas pertumbuhan ekonomi Jatim.

“Lewat berbagai upaya yang dilakukan Pemprov Jatim, berdasarkan data yang ada hingga akhir 2022 lalu, industri manufaktur di Jatim sudah mencapai 31,4%,” tegasnya.

Nilai tersebut, sudah melampaui target nasional pada tahun 2045 di angka 30%. Bahkan, dngan adanya pabrik Smelter, pabrik foil tembaga Hailiang, serta 4 hilirisasi dari Smelter yang ada di PIER, maka Jatim akan bisa mencapai 34%.

Visi dan misi yang berupaya dicapai Khofifah ini bukan sembarangan. Hal ini karena secara geografis Jatim adalah center of gravity.

Guna mendukung infrastruktur pengembangan industrutrialisasi di Jatim, yang dilakukan Pemprov Jatim adalah pengembangan Pelabuhan Probolinggo, yang merupakan satu-satunya pelabuhan laut di Indonesia yang kewenangannya diserahkan ke Provinsi.

“Pengembangan ini penting, mengingat Pelabuhan Tanjung Priuk maupun Tanjung Perak sudah padat lalu lintasnya. Jadi pengembangan Pelabuhan Probolinggo ini menjadi prioritas,” terangnya.

Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, S.E, M.S.,D.E. selaku Ekonom Senior INDEF, menjelaskan ISPE merupakan program unggulan dari INDEF yang sudah berlangsung selama lebih dari lima tahun dan dilaksanakan di kota-kota besar Indonesia, bahkan ke Washington, Moscow, Berlin, dan Tokyo.

Kontribusi Gubernur Khofifah di bidang ekonomi bukan hanya bermanfaat bagi Jatim dan Indonesia, namun juga sebagai pembelajaran bagi institusi tingkat nasional dan internasional seperti INDEF.

“Saya menyampaikan dan sudah saya tulis bahwa siapa pun akan pasti membutuhkan ibu Khofifah dengan berbagai pemikiran serta terobosan beliau di bidang ekonomi. Terimakasih atas kerjasama dengan FEB Unair dan atensi yang Bu Gubernur berikan, semoga kami bisa turut berkontribusi pada kemajuan Jatim,” ujarnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.