Petisi
Terdakwa Nurito Hendro Luky Hasmoro menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Surabaya.
HUKUM

Jaksa Eksekusi Direktur PT Anugrah Mitra Boga Abadi  

SURABAYA, PETISI.CONurito Hendro Luky Hasmoro, Direktur PT Anugerah Mitra Boga Abadi dijebloskan ke dalam tahanan, usai menjalani sidang pembacaan surat dakwaan. Eksekusi terhadap terdakwa itu dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana.

“Kami melaksanakan penetapan majelis hakim. Terdakwa akan ditahan sepuluh hari ke depan dan selanjutnya perpanjangan 60 hari,” kata I Gede Willy Pramana saat dikonfirmasi wartawan usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (7/4/2020).

Apakah terdakwa langsung dibawa ke Rutan Medaeng, Willy mengaku masih akan melengkapi administrasi. “Ini di kantor dulu,” ujar Willy.

Penahanan tersebut ditetapkan majelis hakim diketuai Cokorda Gede Arthana, guna memperlancar proses persidangan.

Penasihat hukum terdakwa, Abdul Rahman Saleh, yang tidak mengajukan eksepsi sempat terkejut mendengar perintah ketua majelis hakim untuk menahan kliennya. Terdakwa yang usai pembacaan dakwaan langsung dikawal petugas keamanan dari Kejari Tanjung Perak.

Diketahui, perkara ini bermula saat terdakwa dan Jakobus Budisudjiono Koeswadi (saksi pelapor) melakukan kerjasama dalam usaha restoran sekitar tahun 2011. Mereka mengikatkan dirinya dalam akta pendirian perseroan terbatas untuk menaungi usaha itu dan diberi nama PT Anugrah Mitra Boga Abadi.

Di situ, Jakobus sebagai komisaris sedangkan terdakwa sebagai direktur,  yang mana jabatan komisaris dan direktur tersebut berlaku untuk jangka waktu lima tahun.

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), terdakwa sebagai direktur tidak pernah mengajukan dan memberitahukan mengenai dokumen dari laporan tahunan perseroan. Kemudian Jakobus yang merupakan pemegang saham mayoritas, telah  meminta laporan keuangan perusahaan beberapa kali.  Namun tidak pernah diberikan tanggapan oleh terdakwa.

Pada 18 Desember 2017 ketika di notaris terdakwa melalui akta kuasa nomor 5 yang dibuat di hadapan notaris yang di dalam akta kuasa tersebut, terdakwa menyatakan dirinya sebagai direktur pada PT Anugrah Mitra Boga Abadi. Padahal masa jabatan terdakwa sebagai direktur telah habis pada 20 Agustus 2016. Bahkan terdakwa juga menyatakan memberikan kuasa khusus kepada orang lain.

Akibat perbuatan terdakwa, mengakibatkan Jakobus tidak pernah mengetahui progress atau perkembangan kegiatan perusahaan. Juga tidak pernah menerima penyampaian laporan keuangan. Begitu juga mengenai laporan tahunan, beserta pertanggungjawaban uang tunai yang telah dilakukan penyetoran kepada kas perseroan Rp 210 juta. (pri)

terkait

Memukul Pengendara, Asisten Deputi KementErian Pariwisata Dituntut Penjara

redaksi

Sindikat Penipuan Mobil Mewah Dibekuk Polisi

redaksi

Jadi Ajang Judi, Rumah Kos Digerebek Reskrim Polsek Tandes

redaksi