Jaring Potensi Atlet Muda, Ketua Percasi Surabaya Support Kejuaraan Catur Tingkat Klub dan Kelurahan

oleh
Ketua Percasi Surabaya H Budi Leksono saat membuka event kejuaraan catur PCC di kawasan Petemon Barat.

SURABAYA, PETISI.CO – Ketua Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Surabaya, H Budi Leksono menyatakan dirinya sangat antusias, lantaran geliat kejuaraan catur di Kota Pahlawan mulai gencar digelar.

Setelah sempat vakum selama hampir dua tahun, Percasi Surabaya kembali membuka event kejuaraan catur pada akhir November 2021 lalu di Balai Pemuda. Piala Percasi bergilir dihadirkan180 peserta saling unjuk kebolehan. Event dengan tema ‘Saatnya Pion Melangkah Lagi’ sukses digelar.

Event kejuaraan catur berlanjut di tingkat kelurahan. Terbaru, berlangsung di kawasan Petemon Barat, Minggu (12/12). Total ada sebanyak 100 peserta jenjang junior dan senior yang bertanding. Ketua Percasi Surabaya turut hadir membuka kejuaraan yang diinisiasi Poh Chess Club (PCC) itu.

“Ternyata banyak pihak yang antusias membuat ajang kejuaraan catur. Bahkan di tingkat klub mulai berlangsung. Percasi Surabaya tentu sangat mengapresiasi dan mendukung. Di samping membangkitkan dahaga event catur yang dua tahun vakum, ini juga seiring dengan misi kami mencari atlet-atlet muda yang berbakat,” ungkap Budi Leksono, Selasa (14/12/2021).

Budi menjelaskan, untuk ke depan pihaknya mendorong klub-klub catur yang ada di setiap kelurahan untuk mengadakan kejuaraan. Di samping menumbuhkan kembali event olahraga catur, juga untuk menjaring bibit-bibit baru yang potensial, terutama di kelas junior.

“Kami akui, kami kesulitan mencari atlet-atlet muda di kelas SD dan SMP. Karena itu, dengan adanya event catur, harapannya Surabaya ketambahan atlet-atlet muda, seperti kemarin pada saat Piala Percasi, kami dapat beberapa atlet di kelas SD, itu langsung kami gandeng dan dibina,” ujarnya.

Kendati catur menjadi cabor yang dipandang sebelah mata, namun Percasi Surabaya menjawab dengan menorehkan medali emas melalui atletnya dalam ajang PON Papua 2021.

“Semula kan diragukan, tetapi akhirnya Kontingen Jatim berhasil meraih medali emas catur kilat nomor beregu putri, yang salah satu atletnya binaan Percasi Surabaya,” kata Budi

Untuk itu, di ajang prestisius yang akan datang, menurut Buleks, pemkot harus serius men-support cabor catur. Perhatian lebih penting untuk diberikan. Jangan setengah-setengah. Dia optimistis, pecatur Surabaya dapat menorehkan prestasi di kancah nasional maupun internasional.

“Catur bukan sekadar cabang olahraga, melainkan sudah menjadi aktivitas yang melekat di keseharian masyarakat Surabaya. Di tiap sudut pos ronda, warung kopi, dan sebagainya. Catur merupakan cabor olah strategi dan mengasah kemampuan berpikir kritis, yang mudah dilakukan di mana saja. Karena semangat itu, Percasi Surabaya terus menjaring atlet-atlet potensial agar dapat mengharumkan Kota Surabaya,” pungkas Budi. (dwd)