PETISI.CO
Bupati Bondowoso, Salwa Arifin ketika diwawancarai oleh sejumlah wartawan.
PEMERINTAHAN

Kades Sempol akan Digantikan Pelaksana Tugas

BONDOWOSO, PETISI.CO  – Kepala Desa (Kades )Sempol, Kecamatan Ijen yang menjadi terpidana kasus korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018, untuk alokasi program Getar Desa Gerakan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Desa (Getar Desa) akan digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt). Hal ini disampaikan Bupati Bondowoso, Salwa Arifin, ketika dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan.

“Yang pasti ada langkah-langkah penggantinya, yaitu Plt,” kata bupati.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Syaifullah, menjelaskan, bahwa pihaknya segera akan mengisi Plt. Karena, memang tak bisa pemerintah desa itu ‘mandek‘.

Baca Juga :  Sekda Bondowoso: Pemuda Adalah Pelopor Bangsa

”Saya minta kepada camat untuk segera menunjuk Plt,” cetus Syaifullah.

Adapun terkait status Kades terpidana ini, kata Syaifullah, pihaknya masih menunggu inkrah.

“Kalau sudah inkrah, apakah dia naik banding? Kalau naik banding kita tunggu,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menyebutkan, bahwa pihaknya selama ini terus mengingatkan agar dalam penggunaan anggaran sesuai prosedur dan aturan yang ada.

“Anggaran itu, uang negara dan rakyat. Harus dipertanggung jawabkan,” tuturnya.

Saya menghormati apapun keputusan pengadilan. Dan ini menjadi peringatan bagi semua pihak dalam penggunaan anggaran negara.

Baca Juga :  Wabup Mojokerto Beri Penghargaan 151 Anggota Korpri

“Mari kita hormati bersama. Sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita semua, agar berhati-hati dalam penggunaan anggaran kepada siapa pun termasuk diri saya,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, menahan dua orang terpidana korupsi Dana Desa untuk alokasi program Getar Desa tahun  2018. Dua terpidana tersebut,  Hari Prasetyawan mantan Kades Sumberejo, dan Hartono bin Juli, Kades Sempol, Kecamatan Ijen.

Disebutnya bahwa berdasarkan putusan nomor 142/PID.SUS/PPK/2019/PN.SBY, 14/4/2020, Hary Prasetyawan divonis 1 tahun 4 bulan dan denda Rp. 50 juta. Sedangkan untuk terpidana Hartono bin Juli, Kepala Desa Sempol berdasarkan putusan nomor 140/PID.SUS/TPK/2019/PN.SBY, 14/4/2020 terbukti bersalah melakukan korupsi, dan divonis 1 tahun dengan denda Rp. 50 juta. (tif)

terkait

Bupati Mojokerto: Tidak Boleh Teledor Tetap Patuhi Protokol Kesehatan di Zona Oranye  

redaksi

Khofifah Di-HUT Satpol PP Se-Jatim: Personil Satpol PP tak Boleh Gaptek

redaksi

Plt Bupati Maryoto Ajak Selalu Tingkatkan Ketaqwaan Terhadap Allah SWT

redaksi
Open

Close