Karut-Marut Pasar Bungkal Ponorogo tak Kunjung Usai

oleh
Pedagang yang menjajakan dagangannya di luar bangunan pasar.

Pedagang Buku Ditempatkan di Los Wedus

PONOROGO, PETISI.CO – Karut-marut, persoalan yang terjadi di Pasar Bungkal, nampaknya akan terus terjadi.  Dari saat proyek pembangunan pasar yang molor, hingga rekanan terkena klaim, sampai persoalan penempatan pedagang, begitu juga penataan parkir.

Bahkan, persoalan penempatan pedagang Pasar Bungkal banyak dipersoal warga, karena penempatan yang disinyalir ada dugaan permainan jalur belakang.

Hal tersebut nampak dari diistimewakannya pedagang baru kinyis- kinyis di tempat yang strategis, dan pedagang lama akhirnya banyak komplin karena dapat tempat yang menurutnya tidak strategis.

Penataan dan penempatan pedagang yang sudah dilakukan sejak beberapa hari pasaran Pon dan Kliwon di minggu kemarin, hingga Selasa (6/3/2018), yang bertepatan hari Pasaran Kliwon, kembali Dinas Indakop dan Usaha Mikro menggelar penataan pedagang dan area parkir.

Para pedagang yang tidak dapat tempat di bangunan baru dengan jumlah kios 35 unit dan bedak dalam sejumlah 198 unit tersebut,  ia sejak hari Pasaran Pon pada dua hari sebelum hari ini yaitu Minggu (4/3/2018) masih banyak yang bergerombol jualan di depan bagian utara, serta bagian barat yang merupakan lahan parkir.

Dinas Indakop juga melakukan penataan parkir, untuk halaman barat area parkir yang dikelola pemuda Desa Kalisat, sedang yang halaman bagian utara dikelola Desa Bungkal.

Penataan parkir selesai, namun persoalan pedagang belum berujung, pasalnya pada hari ini meski nampak parkir tertata rapi, tapi puluhan pedagang masih bingung mencari tempat dan menunggu ditempatkan.

Seperti dikatakan Kasan Sungkono Singojoyo (68),  warga Kelurahan Banyudono Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Kasan yang setiap hari pasaran Pon dan Kliwon berjualan buku, sabun, tali tali tampar dan lain-lain di dalam Pasar Bungkal dan sudah sejak tahun 1978 silam, ia saat penataan hingga sekarang belum dapat tempat, baik di kios maupun di bedak dalam.

Bahkan, anehnya menurut pengakuan Kasan, ia akan ditempatkan di los terbuka dekat los pedagang kambing (wedus).

Mosok jualanku ini nomer satu mas, yo iku bukubuku tulis, kok disuruh dan akan ditempatkan di dekat bakul wedus, iki piye karepe, sopo sing arep nukoni daganganku lek awor wedus, wes ra masuk akal iki,” teriak Kasan sambil kepalkan tangan ke atas.

Salah satu pedagang di dalam juga mengaku dagangannya tidak selaris di luar atau pasar lama dahulu.

“Kalau selama dagangan orang-orang yang berada di dalam bangunan baru ini ada yang menyamai dan diijinkan berjualan di luar yang kita didalam siap-siap bangkrut ae mas,” kata pedagang dalam los baru yang enggan disebut namanya.

Boiman, tukang ojek Pasar Bungkal juga menunjukkan kalau rumah kontainer sampah pun jadi tempat jualan kain.

Itu besuk wade kain kalo sudah lama dan laris disitu malah gak mau dipindah, piye coba dari tempat sampah ini,” katanya.

Kasie Penerimaan dari Bidang Pasar Dinas Indakop dan UMKM Ponorogo, Sugiarto membenarkan untuk parkir sudah mulai penataan hari ini.

“Hari ini parkir sudah kita tata, dan terkait pedagang yang mengaku zonasinya belum tepat, kita carikan solusi, karena ada tambahan pedagang baru yang berjualan,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, kalau yang jadi persoalan adanya pedagang yang pindah ke los baru los lama tidak ditinggalkan, “Memang kita dilapangan ada kesulitan adanya pedagang yang sudah ditempatkan di lapak baru, tapi lapak lama tidak ditinggalkan dan bahkan ditempati keluarganya, sehingga menimbulkan persoalan baru lagi,” pungkas Sugiarto.(mal)

No More Posts Available.

No more pages to load.