PETISI.CO
Kajari Bondowoso Taufik Hidayat memberikan keterangan kepada sejumlah LSM
HUKUM

Kejaksaan Akan Usut Bansos Sapi Dinas Peternakan Pemprov Jatim di Bondowoso

BONDOWOSO, PETISI.CO – Kejaksaan Negeri  (Kejari) Bondowoso, bakal mengusut tuntas kasus dugaan penyelewengan Dana Hibah dan Bansos tahun 2017. Hal ini, disampaikan Kepala Kejari Bondowoso, Taufik Hidayat, dihadapan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) saat menggelar aksi anti korupsi 10 Desember.

“Kasus dugaan penyelewengan dana hibah dan Bansos ini, kami bersama tim, bakal usut tuntas,” centusnya, Senin (10/12/2018).

Untuk mencari kebenarannya, lanjut dia,  pihaknya akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi terhadap beberapa kelompok penerima, unsur pimpinan dewan.

“Nanti dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, diketahui sejauh mana terjadi kejanggalannya, karena setiap usai melakukan pemeriksaan, kami melakukan evaluasi dari hasil pemeriksaan,” jelasnya.

(Baca Juga : Bantuan Sapi Dinas Peternakan Provinsi Jatim ‘Diselewengkan’)

Untuk diketahui, kasus dugaan penyelewengan dana tersebut, modus yang dilakukan, yaitu dengan membuat Pokmas atau Kelompok Ternak, agar bisa mendapatkan bantuan dari  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Sayangnya, ada beberapa  bantuan hibah yang dilaksanakan jauh menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa Datangi DPRD Bojonegoro, Minta Ujian Perangkat Ditunda

Hal ini, diungkapkan empat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Bondowoso, yang bergabung, sekaligus untuk melakukan investigasi di lapangan.

Menurut mereka, hasil  informasi data dan fakta yang didapatkan dari penerima hibah sesuai dengan alamat yang tercantum dalam daftar, sangat mencenangkan semua pihak.

“Bagaimana tidak, fakta dari penerima hibah ada yang hanya terdapat dua ekor sapi saja, ada yang dananya dipakai untuk mencalonkan Kepala Desa (Kades), tapi kandas atau kalah. Ada yang langsung dibagi dua dengan kadesnya,” jelas salah satu LSM yang bergabung itu yakni,  Azura Koenang, Ketua LSM Raung Center, yang mengawali penjelasan hasil investigasinya.

Baca Juga :  Fortuner untuk Kulakan Arak, Dihadang Polsek Deket Lamongan

Selanjutnya, hasil temuan dari Direktur LSM Aliansi Kebijakan Publik (AKP), Edy Wahyudi, ada empat Pokmas penerima hibah di wilayah Kecamatan Curahdami, yakni Desa Selolembu, Desa Poncagati, Desa Penambangan. Sedangkan wilayah Kecamatan Tamankrocok di Desa Taman.

“Lembaga yang sudah saya datangi di empat desa tersebut, diduga kuat menyimpang dari ketentuan. Saya tidak menyatakan fiktif, tetapi jelas ada penyimpangan,” tuturnya.

Seperti penerima, jelas dia,  bantuan Hibah di Desa Poncogati, Pokmas Karya Sejati senilai Rp 250.000.000, dilakukan oleh Calon Kepala Desa (Kades) sendiri, yaitu Hmz. Turunnya dana hibah ternak sapi tersebut, menjelang pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

“Menurut Ketua Kelompoknya bernama Pak My, saat diklarifikasi menyatakan tidak ada dan tidak bisa memberikan jawaban, dimana sapi bantuan hibah tersebut. Ironisnya, ditanya bukti sampelnya tidak bisa membuktikan,” ungkap Direktur LSM AKP tersebut.

Baca Juga :  Penipu Bermodus Trading Bitcoin Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

Besok harinya, lanjut Edy,   dia diperlihatkan ada dua lokasi kandang dengan masing-masing terdapat dua ekor sapi.

Sesuai dengan informasi pihak yang dapat dipercaya, disinyalir dana hibah tersebut digunakan untuk pencalonan Kades dan kalah. “Sedangkan, Hmz sendiri ketakutan, saat akan ditemui menghilang. Bahkan mantan Kades itu, sempat memohon  untuk tidak dilaporkan,” kata Edy.

Menurut Edy, masih ada dugaan penyimpangan  dengan modus seperti itu di tempat lainnya. Dan semua saksi akan menjelaskan dengan sebenarnya, jika pihaknya sewaktu-waktu dimintai keterangan oleh penegak hukum.(latif)

terkait

TAB Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal Menangkap Pengedar Sabu di Bawah Umur

redaksi

Simpan Sabu, Dua Pria Diamankan Polres Gresik

redaksi

Polsek Kota Bondowoso Amankan Tersangka Togel

redaksi