Kejaksaan Ponorogo Janji Cek Fisik Lokasi Perumahan Dampak Waduk Bendo

oleh -127 Dilihat
oleh
Baru ditempati, tembok romah banyak yang retak.
-->

Pelaksanaan Dikerjakan Rombongan

PONOROGO, PETISI.CO – Meski sudah ditempati beberapa hari dari waktu penyerahan perumahan warga yang dibangun pemerintah di pinggiran jalan menuju Waduk Bendo, ternyata terus menerus menuai protes dan komplin, hingga warga kesal dan geram menghadapi kondisi rumah yang mereka tempati tersebut.

Warga mengaku, sejumlah 89 unit rumah yang dihuni oleh 272 jiwa warga dari RT 01 dan RT 02 RW 03 tersebut merupakan hasil keroyokan dari puluhan CV Ponorogo, meskipun dalam tender lelang dimenangkan oleh PT Jaya Kedhaton yang berkantor di Jl. A. W. Syahranie 4, Blok K No. 18 Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dengan harga pagu dan HPS, Rp. 14.500.000.000 dan dimenangkan dengan harga penawaran Rp. 13.983.336.000.

“Meski nempati rumah yang modelnya bagus, tapi banyak yang rusak, padahal kalau melihat baru sekian hari kita menempati. Seharusnya gak gini, jadi biar modele bagus tapi kualitasnya gak bagus, soale banyak paralon pipa air bocor rembes ke tembok, plafon retak dan bocor, belum lagi keramiknya dan juga plesteran tembok yang lokasi sembunyi kayak di kamar mandi hanya asal-asalan, pokoknya ngawur pekerjaannya,” kata warga yang tidak mau ditulis namanya.

(Baca Juga : Proyek Relokasi Waduk Bendo Rp 13,9 Miliar Banyak Dikeluhkan Warga)

Hal senada juga disampiakan Marno, warga perumahan Resetlement juga mengaku, kalau proyek 89 unit rumah tersebut dikerjakan oleh banyak CV Ponorogo. Apa PT. Jaya Kedhaton hanya benderanya saja.

“Ya Mas, kalau gak salah pembangunan proyek rumah ini diberikan ke 40 CV, tapi kerjaannya asal-asalan. Sekarang tembok, plafon mulai banyak retak seperti rumah Pak Sumadi di Blok I – 2 juga mau ambrol plafone,” tandas Marno.

Kalau persoalan kerusakan tidak bisa dikatakan satu persatu menurut Marno. Namun, pihaknya juga mempersoalkan air yang sampai sekian hari rumah dihuni, masih belum ngalir dan masih dipasok.

“Yang paling urgent air mas, pokoknya sangat kurang untuk 89 KK atau 272 jiwa, mosok cuma 2 tangki kecil, buka kran 3 jam gak sampek. Gak sampek 10 menit sudah mati dan sangat kurang, apalagi warga biasanya 24 jam non stop air ngalir dari selang di tebing, jadi khan kaget dengan kondisi di sini,” imbuh dia.

Bahkan, banyak temannya yang komplin ke Marno lewat WA, namun pihaknya bingung, mau mengadu ke siapa terkait persoalan yang melilit 89 KK itu.

“Ini banyak kawan WA komplin sama aku, tapi aku juga gak tahu pada siapa harus ngomong, terutama masalah air mas,” pungkasnya.

(Baca Juga : Berbagai Persoalan di Relokasi Rumah Terdampak Waduk Bendo Ponorogo)

Dikesempatan lain, salah satu kuli bangunan yang mengaku juga pernah mengerjakan dua unit runah di Bendo, mengaku memang seperti itu proyek tersebut.

“Saya dulu juga ikut mbangun dua rumah disana, tapi ikut bos, saya hanya kuli, ya kayak gitulah mas, namnaya proyek dan memang kayunya kusen juga kalau saya pribadi tidak puas,” katanya sambil pesan namanya tak disebut.

Sementara, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ponorogo, Iwan Winarso ketika dikonfirnasi petisi.co terkait keluhan warga terdampak yang menghuni proyek rumah senimai Rp 13,9 M diduga dikerjakan asal-asalan tersebut, pihaknya akan melakukan cek lokasi.

“Nanti kita cek hasil pekerjaannya,” tegas Kasi Intel Kejari Ponorogo.(mal)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.