Kenaikan Harga Cabe, Pemerintah tak Informasikan Cuaca

oleh
ilustrasi

SURABAYA, PETISI.COPendampingan dan memberikan pelatihan kepada petani cabe tentang tata cara tanam modern harus terus menerus dilakukan. Kenaikan harga cabe di Indonesia khususnya di Jatim merupakan kelemahan dari pemerintah yang tidak memberikan informasi terkait cuaca yang berkembang di Jatim.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto ditemui di DPRD Jatim, mengatakan pemerintah harusnya memberikan pelatihan tata cara tanam modern bagi petani cabe rawit.

“Tak hanya itu juga perlu ada bantuan dari pemerintah cabe rawit hibrida yang kualitasnya baik dan tentunya informasi cuaca sangat diperlukan petani saat cocok tanam cabe rawit,”ujar Subianto.

Ia menjelaskan, kenaikan harga cabe rawit disebabkan anomali cuaca yang tak menentu di Jatim. “Kenapa ada kenaikan di cabe rawit lebih tinggi dibandingkan cabe besar. Hal ini dikarenakan petani cabe besar berbeda dengan petani cabe kecil. Petani cabe besar sudah menggunakan metode tanam modern dan memiliki bibit hibrida cabe besar. Beda dengan petani cabe kecil yang masih menggunakan metode tanam tradisional dan masih menggunakan bibit tradisional. Ini yang perlu diperhatikan pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait pemerintah akan melakukan import cabe, Subianto mengungkapkan hal tersebut bukanlah solusi yang bagus untuk menekan mahalnya harga cabe rawit di Jatim.

“Tentunya kalau impor cabe bisa merusak kondisi cabe lokal. Tak perlu melakukan impor, cukup beri pelatihan, bantuan bibit hingga informasi cuaca yang akurat,” ujarnya.

Senada, anggota komisi B lainnya, Chusainuddin mengatakan petani perlu adanya pendampingan dan pelatihan, sehingga cabe yang dihasilkan benar berkualitas dan stok cabe tercukupi serta tidak ada lagi cabe mahal lagi.

“Pemerintah harus membela rakyat dan petani cabe, sehingga dengan perhatian dari pemerintah dapat menekan harga cabe, dan juga tak perlu impor cabe,”ujarnya.

Seperti diketahui, harga cabe di Indonesia mengalami kenaikan ini dikarena faktor cuaca yang buruk. Dimana harga cabe merah keriting di pasar sekitar Rp 50 ribu per kg dan cabe rawit mencapai Rp 90 ribu per kg. (hari)