Surabaya, petisi.co – Perlindungan anak di ruang digital jadi perhatian serius pemerintah. Hal ini ditegaskan oleh Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Aida Razalina, dalam Forum Nasional Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Munas APEKSI ke-7, Rabu (7/5/2025), di Surabaya.
Aida menyoroti pentingnya upaya mencegah dampak negatif internet terhadap anak-anak. Ia menyebutkan ancaman seperti pornografi, kekerasan daring, hingga judi online kini mudah diakses oleh anak-anak. “Kami ingin meminimalkan risiko ini dan menciptakan ruang digital yang lebih aman,” ujarnya.
Dalam forum itu, Aida mengajak Kepala Dinas Kominfo dari kota-kota anggota APEKSI untuk aktif mendorong literasi digital, tak hanya ke anak-anak, tapi juga guru dan orang tua. “Merekalah garda terdepan dalam membimbing anak-anak di era digital,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah kota untuk mengadopsi program kementerian terkait aplikasi dan konten digital yang sehat, serta strategi perlindungan siber yang efektif di tingkat lokal.
Terkait regulasi, Aida menyampaikan bahwa Kementerian Komdigi tengah merancang aturan pembatasan usia anak dalam mengakses platform digital. “Kami terbuka terhadap masukan dari APEKSI agar regulasi ini bisa diimplementasikan secara merata,” jelasnya.
Aida menekankan pentingnya sosialisasi bersama pemerintah daerah, mengingat kedekatan kepala daerah dengan warganya dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang perlindungan anak di dunia maya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Pemkot Surabaya yang menggelar Forum Komdigi dengan mengundang 98 kota anggota APEKSI. “Kominfo di daerah bukan hanya soal komunikasi dan teknologi, tapi juga soal infrastruktur, akses, konektivitas, dan pertumbuhan ekonomi digital,” tutupnya.
Acara ini diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya bersama APEKSI dan didukung Performa Optima Group, yang berpengalaman di bidang komunikasi, teknologi, dan pengembangan sumber daya digital di Indonesia. (dvd)







