Komisi B DPRD Surabaya Dorong PD Pasar Surya Cari Solusi Atasi Beban Hutang

oleh
oleh
Dirut PD Pasar Kota Surabaya, Agus Priyo Akhirono

Surabaya, petisi.co – Komisi B DPRD Surabaya menggelar rapat koordinasi perdana dengan PD Pasar Surya, BUMD milik Pemkot Surabaya, untuk memperkenalkan anggota baru periode 2024-2029 dan membahas program serta kendala yang dihadapi.

Rapat ini diwarnai dengan sorotan tajam dari Baktiono, anggota Komisi B fraksi PDIP, terkait besaran Take Home Pay (THP) Direktur PD Pasar Surya yang ternyata lebih tinggi daripada deviden yang disetorkan.

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Surabaya, Agus Priyo Akhirono mengakui hal tersebut dan menjelaskan bahwa PD Pasar Surya saat ini masih fokus pada pelayanan kepada pedagang dan menyelesaikan beban hutang yang tertinggal.

“Ke depan kami akan pikirkan lagi soal BOT, karena betul itu sangat menarik. Namun BOT yang sekarang pun ada persoalan yang harus diselesaikan, maka kami harus pelajari dulu secara detil agar tidak merugikan direksi setelah saya,” tandasnya.

Agus juga menyebutkan bahwa beban hutang yang besar menjadi kendala utama bagi PD Pasar Surya.  Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah membuat skema pembayaran untuk mengurangi beban hutang hingga 50 persen.

“Jadi betul-betul kami harus resik-resik dulu di masa ini agar kedepannya bisa membuat PD Pasar ini lebih maju lagi. Deviden tahun 2024 senilai 2 Miliar Rupiah, dan insyallah akan terpenuhi di tahun ini,” ujarnya.

Agus Prasojo, anggota Komisi B dari fraksi Golkar, mewakili Ketua Komisi B, mengatakan bahwa rapat kali ini berfokus pada perkenalan dan pendalaman program serta permasalahan di PD Pasar Surya.

“Pertama perkenalan dengan PD Pasar Surya, yang kedua pendalaman tipis-tipis. Dari pendalaman itu didapatkan info jika PD Pasar tidak bisa bergerak secara leluasa karena masih terbebani hutang dimasa lalu yang jumlahnya banyak. Artinya, orang yang sedang berjalan tetapi dengan beban yang berat, tentu jalannya tidak bisa stabil,” ucap Agus Prasojo

Agus Prasojo menekankan pentingnya terobosan bagi Dirut PD Pasar untuk mengatasi beban hutang, agar kedepannya bisa berjalan lebih lancar.

“Idealnya, BUMD itu profit oriented. Tetapi Dirut PD Pasar ini, baru menjabat langsung dibebani hutang yang besar, sementara disisi lain dia juga harus membersihkan riak-riak yang ada di lapangan.  Makanya pelan-pelan kami beri masukan yang salah satunya adalah pemanfaatan aset untuk menutup beban hutang, tetapi tidak untuk dijual. Kan banyak opsi-opsi lain. Jadi tidak diperlukan penambahan modal, karena masih banyak yang bisa digali,” pungkasnya. (joe)

No More Posts Available.

No more pages to load.