Sidoarjo, petisi.co – Kasus pencurian di sejumlah konter ponsel yang terjadi di wilayah hukum Polresta Sidoarjo Kian marak dan meresahkan warga. Kali ini, konter juragan ponsel di Jalan Raya Tulangan, Kecamatan Tulangan Sidoarjo Jawa Timur menjadi sasaran empuk komplotan pencuri.
Menurut Olvy Dhea Ary Marantika, salah seorang pegawai ponsel yang saat itu bertugas jaga, peristiwa pencurian di tempat kerjanya terjadi pada Kamis pagi (26/9/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saat kejadian saya tengah jaga konter sendirian, sedangkan dua rekan sedang tidur istirahat. Lalu datang 2 orang pria bapak-bapak umur sekitar 55 dan 65 tahun. Satunya pakai baju batik coklat dan satu lagi mengenakan jaket kulit hitam,” tutur Olvy, Senin (30/9/2024).
Lebih jauh Olvy menceritakan, kedua pelaku saat beraksi saling berbagi peran. Pelaku berbaju batik mengalihkan perhatian pegawai konter dengan menanyakan jenis HP dan harganya.
“Seperti melayani pelanggan biasanya, saya fokus ke percakapan dengan pelaku baju batik. Sementara pelaku berjaket hitam, mengambil ponsel di bawah etalase ini,” tuturnya seraya menunjuk etalase yang dimaksudkan.
Setelah berhasil mengambil satu unit HP merk Redmi senilai Rp 1,6 juta, kedua pelaku langsung kabur.
Kejadian pencurian HP tersebut, baru diketahui karyawan konter setelah dilakukan pengecekan dan pendataan stok barang.
“Tahunya kejadian HP ilang dua hari kemudian atau tepatnya hari Sabtu tanggal 28 September,” akunya.
Hilangnya satu unit ponsel diambil pelaku saat karyawan memeriksa rekaman CCTV.
“Tahunya HP ilang dari konter setelah memeriksa rekaman CCTV,” tutur Olvy seraya menunjuk letak kamera CCTV di sudut toko.
Ia menyebut dalam rekaman CCTV, wajah pelaku tersorot dengan jelas. Kuat dugaan pelaku merupakan komplotan yang sama dalam melakukan aksi kejahatan dengan modus serupa.
“Pelaku dua orang, wajahnya terlihat jelas. Saya amati lagi dari rekaman CCTV ternyata wajah pelaku yang di sini sama dengan kejadian pencurian di daerah waru juga konter HP dengan kerugian 1 unit laptop. Bahkan yang di waru videonya pun sempat diunggah ke medsos dan viral,” terangnya.
Meski mengaku mengalami kerugian sebesar harga ponsel yakni Rp 1,6 juta, pihak pemilik konter memilih tidak melaporkan kasus ini ke polisi.
“Kami tidak ada keinginan melapor ke polisi. Biarlah kerugian ini kami berempat yang nanggung kerugian dengan cara patungan,” kata dia.
Kendati tidak melapor ke polisi, Olvy berharap pelaku bisa segera tertangkap karena meresahkan.
“Dengan video viral dari CCTV yang sudah diupload ke medsos, mudah-mudahan polisi lebih cepat mengungkap. Ciri-cirinya sama, dari baju batik, kemudian jaket hitam, tas slempang yang selalu dibawa dan helmnya juga sama,” tutupnya. (luk)





