SURABAYA, PETISI.CO– Aji Santoso, head coach Persebaya menyebut, lini belakangnya perlu mendapatkan perhatian khusus.
Dilansir dari website resmi Persebaya, mantan pelatih Persela Lamongan ini menyebut, dia dan jajaran tim pelatih bakal melakukan drill khusus untuk membenahi lini belakang.
Apa yang dikatakan pelatih yang pernah membawa Persebaya pada 1997 silam ini masuk akal. Mengambil contoh laga terakhir melawan Persipura di mana Persebaya kalah, 3-4, lini belakang kacau.
Duet Hansamu Yama dan Rizky Rido belum sepenuhnya padu. Bahkan, gol ketiga yang dilesakkan oleh pemain belakang Persipura M Tahir buah dari kurang disiplinnya lini belakang.
Rizky gagal melakukan clearence dan kalah dalam adu speed dengan Tahir. Alhasil, gawang Persebaya yang dikawal Rivky Mokodompit bobol.
“Kami sudah pernah kalah dan seri. Kami juga minta kepada para pemain untuk segera bangkit,” pinta Aji.
Pelatih 49 tahun itu menambahkan, bangkit adalah satu-satunya jalan agar posisi Green Force tidak semakin tercecer di papan bawah.
“Harapan kami, trend negatif segera berakhir. Masih ada 32 pertandingan lagi. Mudah-mudahan dua laga awal menjadi pelajaran berharga bagi kami,” ungkap pelatih asal Malang itu.
Ya, libur kompetisi terkait merebaknya Pandemik virus Covid-19 Korona menjadi waktu yang tepat bagi Persebaya untuk membenahi dan memoles kembali strategi dan taktik.
Mengingat, di laga selanjutnya, 5 April nanti, David da Silva dan kolega akan bertandang ke markas Laskar Joko Tingkir-julukan Persela Lamongan. Melawan tuan rumah, Persebaya dalam kondisi diuntungkan dan tidak.
Diuntungkan dalam artian, Persela dalam tiga laga juga tidak pernah memetik kemenangan. Artinya, secara psikologis, Persela dalam kondisi compang-camping. Tapi, perlu diingat juga, Persebaya menjadi tidak diuntungkan jika Persela bangkit dan tampil kesetanan di kandang. (ono)







