Mahasiswa Universitas Wijaya Putra Sukses Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Gempolkurung Melalui KKN dan BUMDes Inovatif

oleh
oleh
Mahasiswa KKN Universitas Wijaya Putra

Gresik, petisi.co – Sebanyak 23 mahasiswa Universitas Wijaya Putra dari lima program studi telah berhasil melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Mandiri, khususnya dalam sektor pertanian organik berbasis greenhouse dan digitalisasi pemasaran produk desa, yang berlangsung mulai Juni hingga Desember 2025.

Pertanian organik menggunakan teknologi greenhouse

Di bawah bimbingan tim dosen Alfi Nugroho, SPd., ST., MT., Adi Budiwan SP., M.Agr., dari Universitas Wijaya Putra dan Dian Purnama Sari, S.Pd., M.Pd. dari STKIP Bina Insan Mandiri, mahasiswa KKN bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka di tengah masyarakat.

“Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka di tengah masyarakat, membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada, serta meningkatkan keterampilan dan profesionalisme mahasiswa,” jelas Alfi Nugroho.

Ia menambahkan bahwa program KKN ini, menghasilkan beberapa produk utama yang signifikan, meliputi melon organik berkualitas, pupuk kompos dari bank sampah, aplikasi pencatatan sederhana untuk bank sampah, serta publikasi ilmiah sebagai luaran akademik.

“Mahasiswa KKN Universitas Wijaya Putra juga turut melatih pengurus BUMDes dalam memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar produk pertanian dan jasa desa,” imbuh Alfi

Melalui sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat, program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas ekonomi, tetapi juga membuka jalan bagi Desa Gempolkurung menuju status desa eco-eduwisata.

Sementara itu Kepala Desa Gempol Kurung, Nuriyadi menerangkan bahwa BUMDes Bina Mandiri Desa Gempolkurung, yang berdiri sejak tahun 2017, terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

“Selain bergerak di bidang simpan pinjam, BUMDes ini kini fokus pada budidaya melon organik di greenhouse Dusun Wringinkurung. Dari 2.000 bibit melon yang ditanam, BUMDes mampu memanen hingga 1.200 buah dengan nilai jual sekitar Rp18 juta sekali panen,” ujar Kepala Desa

Keberhasilan BUMdes ini dilengkapi dengan diversifikasi tanaman hias seperti mawar dan bunga matahari, yang tidak hanya memperluas potensi ekonomi tetapi juga mendukung agrowisata desa.

“Pertanian organik ini bukan hanya soal produksi, tapi juga peluang wisata edukatif. Greenhouse bisa menjadi daya tarik sekaligus sarana belajar pertanian modern bagi masyarakat,” tegas Nuriyadi

Kegiatan inovatif ini terlaksana berkat dana hibah Kemdiktisaintek, yang dimanfaatkan untuk mendukung penerapan teknologi dan inovasi. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan greenhouse melon, pembentukan dan manajemen bank sampah, pelatihan digital marketing, serta penyusunan modul pelatihan bagi Masyarakat. (joe)

No More Posts Available.

No more pages to load.