Menko PMK Minta Daerah Lain Contoh Upaya yang Dilakukan Kota Surabaya

oleh -96 Dilihat
oleh
: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertemu Menko PMK Muhajir Effendy (foto : ist)
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penjelasan terkait upaya penanganan Covid-19 kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Risma menjabarkan upaya apa saja yang ia lakukan bersama tim Gugus Tugas Kota Surabaya selama pandemi ini, termasuk langkah menerbitkan Perwali nomor 28 tahun 2020 pasca tak diperpanjangnya PSBB.

“Dalam Perwali itu sangat detail Pak tentang protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh warga di berbagai bidang. Saya yakin kalau itu semua bisa diterapkan dengan baik, kami yakin akan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” kata Wali Kota Risma kepada Menko PMK, Selasa (16/6/2020).

Selain Perwali, Risma juga menerangkan faktor yang mempengaruhi tingginya jumlah sebaran Covid-19 di Kota Surabaya. Hal tersebut terjadi karena pihaknya secara massive, menyelenggarakan rapid test dan swab test massal secara gratis dibanyak titik di Kota Surabaya.

Risma melanjutkan, test massal merupakan suatu langkah penting untuk melakukan pelacakan. Sebab, menurutnya jika langkah tersebut tak dilakukan maka dampak kedepan yang diterima oleh warga Surabaya sangat besar. “Jadi, kita memang mencari Pak. Sebab kalau tidak kita cari, orang-orang yang terkena virus itu akan tambah bahaya,” terangnya.

Upaya menggencarkan test massal di Surabaya sendiri, juga diimbangi dengan adanya support dari pemerintah pusat melalui Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengirimkan mobil laboraturium.

“Bagi warga yang rapid tesnya reaktif, lalu kami tes swab. Nah, sembari menunggu hasil tes swabnya itu kami isolasi di hotel atau di Hotel Asrama Haji bagi yang tidak menunjukkan gejala. Sedangkan bagi warga yang tes swabnya positif dan sudah menunjukkan gejala, langsung kami rawat di rumah sakit,” ungkapnya.

Begitupun juga dengan tracing dan membentuk klaster-klaster pasien Covid-19 untuk mengetahui status warga dalam kategori OTG, ODP, PDP, hingga Positif.

Langkah menghentikan sebaran Covid-19 hingga ke tingkat bawah juga dilakukan dengan cara menggandeng Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak, serta warga Surabaya dengan membentuk Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo, yang pada saat ini sudah mencapai 1.340 kampung. Selain itu juga ada pasar tangguh, mal tangguh, tempat ibadah tanggu dan berbagi bidang lainnya.

Setelah mendengarkan pemaparan Risma, Muhajir Effendy menginstruksikan kepada stafnya untuk meminta kepala daerah lain melakukan hal yang telah dilakukan di Kota Surabaya.

“Suruh belajar ke sini mereka (Bupati Atau Wali Kota yang daerahnya banyak kasus Covid-19) biar tahu,” kata Muhajir Effendy.

Muhajir Effendy juga meminta kepada stafnya untuk mendetailkan hal-hal apa saja yang telah dipaparkan oleh Risma, sehingga nantinya bisa dipelajari oleh semua masyarakat.(nan)

No More Posts Available.

No more pages to load.