Mentan RI Kunjungi Panen Raya Padi dan Serap Gabah di Gresik

oleh
oleh
Kunjungan kerja Mentan RI di Desa Sirnoboyo

Gresik, petisi.co – Menteri Pertanian (Mentan) RI kunjungi pnen raya padi dan serap gabah di wilayah Kab. Gresik. Kunker (kunjungan kerja) Mentan RI tersebut di Desa Sirnoboyo, Kec. Benjeng, Jumat (14/3/2025).

Hadir dalam kunker tersebut, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman M.P, Kepala Staf Kepresidenan RI Letjen (Purn.) Anto Mukti Putranto, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono B. ENG, MM, MBA, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti B.A, M.Sc, Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani SE, M.MB, Wakil Bupati Gresik, dr. Aaluchul Alif M.Kes, M.H.P, Ketua DPRD Kab Gresik, M. Syahrul Munir S.S, M.Hum.

Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Kab. Gresik, Pimpinan Bulog Kancab Surabaya, Jajaran OPD Pemkab Gresik, peserta penyuluhan program Luas Tambah Tanam (LTT), Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Budi Hermanto SIK, M.Si, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar S.Sos, Kapolres Gresik AKBP Rivan Richard Mahenu SIK, M.Si.

Dalam sambutannya Menteri Pertanian RI, H. Andi Amran Sulaiman, mengatakan, ini kita sudah lihat panen dan petani senang sayapun juga ikut senang. “Biasanya menjual Rp 5.000 sekarang menjual Rp 6.500, yang mana hal ini adalah perintah Bapak Presiden langsung dan beliau juga memonitor langsung,” ungkapnya.

Sementara, salah satu perwakilan dari petani mengucapkan rasa terimakasih terkait harga gabah. Ia mewakili petani mengapresiasi putusan Presiden RI yang memutuskan harga gabah 6500, dan tak kalah pentingnya penetapan harga gabah di kawal betul, sehingga para petani merasakan betul dengan menerima harga gabah Rp 6500/kg.

“ini lokasinya berhimpitan dengan kali Lamong mungkin dua mingguan yang kemarin satu minggu dua kali banjir ke parkiran pak menteri, dan pemerintah daerah sudah berupaya tapi sampai sekarang juga kondisinya masih seperti itu,” ujar petani Ds. Sinorboyo.

Menurutnya, butuh penanggulangan supaya air tidak meluber, pihaknya juga memohon kepada pihak terkait untuk membantu. “Tak kalah pentingnya kali Lamong kalau musim kemarau airnya habis. Sehingga tidak bisa bermanfaat untuk pertanian lagi, ya kami meminta barangkali bisa diupayakan dibuatkan dump karet,” pintanya.

Selanjutnya, Menteri Pertanian beserta rombongan meninggalkan lokasi dan bergeser menuju Kantor Pos Gresik Jl. Dr. Soetomo melaksanakan kegiatan peninjauan Operasi Pasar Murah di Kantor Pos Gresik, Konferensi Pers dan pengecekan takaran Minyak Kita 1L (sesuai dengan takaran). Kemudian dilanjutkan menuju GOR Petrokimia Gresik dan mengikuti dari rangkaian kegiataan Rakor (rapat koordinasi) luas tambah tanam, penyerapan gabah dan sosialisasi inpres no.3 tahun 2025 pendayagunaan penyuluh pertanian Provinsi Jawa Timur.

Wakil Menteri Pertanian menambahkan, bahwa yang tadinya kerja keras agar lebih kerja keras lagi. Menurutnya, Jawa timur menjadi lumbung pangan beras no 1 se indonesia patut di apresiasi.

“Kami laporkan serapan gabah setiap hari semakin hari semakin naik dan bagus. Kementan siap menyongsong swasembada pangan di provinsi jatim,” ucap Sudaryono.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan RI, menyampaikan, berjuang untuk mendapatkan hasil yang maksimal dapat dilihat sampai saat ini, swasembada pangan kita luar biasa.

“Jawa timur mendapatakan hasil yang signifikan dan sangat luar biasa. Terimakasih kepada seluruhnya atas partisipasinya,” ujar Anto Mukti Putranto.

Di akhir kunjungan kerjanya, Menteri Pertanian RI, memaparkan, produksi beras tertinggi dalam 7 tahun tetakhir Ini hasil kerja keras kita bersama. Strategi pencapaian swasembada dan ketahanan pangan menuju indonesia emas

“PPL harus menjadi perubahan menjadi indonesia maju, harus jujur, sesuaikan lahan yang ada, karena semua sudah ada pengawasnya dari tingkat bawah sampai atas,” tegas Mentan RI.

Acara dilanjutkan dengan diskusi PPL, diantaranya, terkait ketika target 12 ton tercapai apakah di bawah ke pusat, permasalahan verifikasi/validasi pupuk, permintaan kendaraan dinas PPL agar memudahkan dalam berkerja, butuh alat digital karena sekarang eranya digital yaitu laptop dan terkait dengan pengangkatan PPPK terhadap usia 35 tahun. (bah)

No More Posts Available.

No more pages to load.