PETISI.CO
OPINI

Menyembuhkan Kecanduan Narkoba itu Mudah, yang Sulit adalah Pencegahan

Oleh : Kurniawan, CHt*

Untuk mengetahui bagaimana cara mudah memulihkan seseorang dari ketergantungan Narkoba adalah dengan memahami dulu akar masalahnya. Seperti sebuah pepatah, jika engkau tidak tahu dimana jalan keluar, mulailah dengan mencari dimana pintu masuknya.

Maka dengan menelusuri kembali pintu masuknya, maka jalan keluar pasti ditemukan. Setelah itu baru proses kerjasama, kolaborasi berbagai profesi dan dukungan keluarga, sehingga seseorang bisa sembuh total.

Biasanya alasan seseorang untuk mulai menggunakan narkoba dibedakan dalam dua tingkatan ekonomi. Orang berkelebihan uang dan orang miskin. Ini dalam kategori strata ekonomi. Orang berkelebihan uang, cenderung alasannya adalah coba-coba dan dorongan mengikuti teman serta publik figure.

Sementara orang miskin mengenal narkoba sebab ingin lari dari penderitaan hidup sementara. Sebagaimana sifat alami pikiran bawah sadar manusia yaitu mendekati kesenangan dan menghindari penderitaan.

Hanya saja efek negatif lingkungan lebih besar di kalangan miskin. Sebab mampu membuat mereka berbuat kriminal demi bisa membeli barang tersebut.

Apapun alasan mulai mengonsumsi Narkoba, hal ini berhubungan dengan sifat alamiah otak manusia. Semenjak beribu tahun lalu nenek moyang Homo Sapiens,  evolusi otak manusia dalam merespon sebuah ancaman adalah : Fight, Flight atau Freeze. Depresi, menderita, perasaan cemas dan takut, dikenali otak sebagai sebuah ancaman.

Baca Juga :  Polsek Mojowarno Jombang Amankan Tersangka Narkoba

Orang yang mempunyai kepribadian kuat akan cenderung fight menghadapi permasalahan itu dan menyelesaikan apapun hasilnya. Sementara pribadi lemah akan flight atau menghindarinya.

Konsumsi narkoba, adalah salah satu cara menghindari ketidaknyaman masalah hidupnya. Sementara respon freeze  itu seperti apatis, menarik diri dan tidak melakukan apa-apa sebagai responnya.

Sebagian besar alasan penyalahgunaan adalah perihal ketidakmampuan mengelola emosi. Pengalaman emosional seperti kemarahan, rasa bersalah, sedih, merasa kosong dan kesepian adalah yang paling sering mendasari. Ketakutan dikucilkan lingkungan pergaulan jika tidak mengikuti aturan kelompok juga banyak menjadi penyebab.

PENYEMBUHAN PSIKIS

Upaya psikososial dapat dilakukan seperti menggunakan cognitive behavioural therapy (CBT), motivational enhancement therapy, dan dukungan keluarga.

Baca Juga :  Lockdown, Bukan Solusi

Terapi kognitif perilaku (CBT) merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang membantu cara berpikir atau fungsi kognitif dan cara bertindak.

Sementara Motivational Enhancement Therapy (MET) adalah pendekatan konseling yang membantu individu menyelesaikan perasaan ambigu tentang terlibat dalam pengobatan dan menghentikan penggunaan narkoba.

Pendekatan MET bertujuan untuk membangkitkan perubahan yang termotivasi secara cepat dan internal, sebab keberhasilan pemulihan sangat dipengaruhi oleh motivasi diri.

Tak hanya itu, dukungan dari berbagai pihak juga dibutuhkan para pecandu narkoba. Jika untuk membuat seseorang mampu menjadi teroris hanya membutuhkan dua jam untuk melakukan “cuci otak” di area pikiran bawah sadarnya, demikian juga yang bisa dilakukan dalam penyembuhan kecanduan narkoba.

Hanya saja harus menemukan believe (keyakinan) hidupnya dibantu dengan upaya medis untuk meregulasi ulang tubuhnya yang terkontaminasi zat aditif dan racun.

PENCEGAHAN

Seperti diketahui bahwa hanya pribadi yang lemah yang mudah tergelincir dalam jeratan narkoba. Pribadi yang tidak percaya diri, tidak mampu mengambil keputusan, sering dalam keraguan, ketergantungan hubungan sosial dengan kelompok, mereka inilah yang berpotensi menjadi pengguna.

Baca Juga :  BNNP Tunjukkan Kelihaian Anjing Pelacak Mengendus Narkoba

Maka selain upaya terus menerus kampanye bahaya penggunaan narkoba kepada masyarakat melalui banyak saluran, diperlukan juga pengetahuan bagi keluarga untuk mengenali ciri-ciri awal seseorang terindikasi pengguna narkoba. Tujuannya untuk diajak komunikasi terbuka dan konseling awal sehingga bisa sejak dini pemulihannya dilakukan.

REVOLUSI MENTAL DAN AKHLAK PEMUDA

Sasaran perang narkoba adalah generasi muda suatu negara. Apalagi komposisi demografi Indonesia di tahun 2030 didominasi usia produktif. Kita perlu awas dan mawas diri. Konsistensi didalam sosialisasi untuk menanamkan pribadi percaya diri dan kemandirian harus kuat.

Sekolah-sekolah, tempat ibadah, komunitas dan sosial media adalah tujuan sosialisasi. Dengan seringnya dilakukan secara rutin kegiatan sosialisasi, psikoterapi massal, konseling siswa dan motivasi hidup di sekolah-sekolah bisa menjadi benteng awal pertahanan dari bujukan penggunaan Narkoba.(#)

*) penulis adalah konsultan psikologi GIAN Surabaya, praktisi hypnotherapy di Thetamedika Surabaya, motivator dan trainer pemberdayaan diri.

terkait

Problematika Pemilukada Serentak 2020: Antara Pandemi, Kontestasi dan Intervensi

redaksi

Salah Langkah Pemerintah

redaksi

Surat Ijo : Carut Marut Dunia Pertanahan Surabaya

redaksi