PETISI.CO
Ahmad Umar Buwang, SH menjawab pertanyaan wartawan
HUKUM

Pembuktian Praperadilan Eks Bendahara KPU, Diduga Ada ‘Main Mata’

LAMONGAN, PETISI.CO – Sidang praperadilan hari ke 4,  tersangka korupsi dana hibah Pilkada tahun 2015 sebesar Rp 1,1 miliar,  Is,  dengan agenda persidangan di Pengadilan Negeri Lamongan,  yaitu pembuktian,  Kamis(28/11/2019).

Kuasa Hukum Is,  Ahmad Umar Buwang, SH mengatakan,  dalam pembuktian ini, dia menduga, sepertinya ada ‘main mata’ antara oknum Kejaksaan dengan oknum KPU.

Menurutnya, seperti apa yang disampaikan ibu pemohon Rabu malam  (27/11/2019), ada 2 oknum pegawai KPU yang mendatangi rumah pemohon atau Is, dan ditemui oleh Ibu dan istrinya Is.

Baca Juga :  Anak Punk Tewas Dengan Luka Tusuk Di Leher

Setelah itu, oknum KPU tersebut meminta tanda tangan surat penyerahan Perpanjangan Penahanan anaknya yang sedang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Lamongan.

“Akan tetapi, beliaunya enggan melakukan tanda tangan, dan tidak mau menerima surat tersebut, dengan mengatakan,  “Saya tidak mau dan takut, selain itu karena perkara ini sedang dalam proses praperadilan,”,” ujarnya.

“Silahkan langsung hubungi ke pengacaranya Is atau saya antar ke kantornya,” sambung istri IS. “Kemudian oknum pegawai KPU tersebut  menolak tawaran dari ibu dan istri IS dan beranjak pergi,” ujar Buwang, SH.

Baca Juga :  ‘Drakor’ Kasus MAS Sedang Berlangsung di Pengadilan Negeri Sumenep

Lebih lanjut Buwang menuturkan, sesuai aduan ibu pemohon kepadanya, ada kejadian menarik disini.

Saat usai sholat shubuh dan ibu pemohon mau keluar rumah, dia terkejut dan kaget, karena ada surat dalam amplop coklat telah berada di dalam dekat pintu. Rupanya semalam 2 oknum pegawai KPU, kembali ke rumah dan melempar surat tersebut melalui lubang ventilasi atau jendela.

“Yang jadi pertanyaan, mengapa 2 oknum pegawai KPU itu yang memberikan Surat Perpanjangan Penahanan dari Kejaksaan,” tambah Buwang, SH.

Di sisi lain, sidang praperadilan Is ini digulirkan, salah satu diantaranya karena masa penahanan 20 hari yang telah habis pada 5 November 2019, dan seharusnya demi keadilan hukum, Is harus dikeluarkan dari Lembaga Pemasyarakatan, karena tidak ada masa perpanjangan.

Baca Juga :  Simpan Shabu dan Ekstasi, Pria Mojokerto Ditembak Satreskoba Polrestabes Surabaya

Agenda persidangan besok yaitu pembuktian dari termohon (kejaksaan), yang seharusnya dilaksanakan hari ini, karena dari termohon banyak berkas belum lengkap.

“Akhirnya sidang ditunda Jumat (29/11/2019) jam 09.00,” tandasnya.(ak)

terkait

Operasi Zebra di Sijunjung, 3 Sopir, 1 Kernet Konsumsi Narkoba

redaksi

Sidang Terdakwa Henry J Gunawan, Jaksa Tak Siap Beri Tuntutan

redaksi

Dua Korban Tewas Kecelakaan di Wilayah Pasuruan

redaksi
Open

Close