MAGETAN, PETISI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan sinergitas bersama elemen Masyarakat Khususnya Diaspora Magetan yang diprakarsai oleh Agus Rahardjo, Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia periode 2015-2019.
Pelaksanaan aksi ini puncak gerakan Gotong Royong Reboisasi dan Penghijauan Magetan (GRRPM) tahun 2021, dalam rangka memperingati hari menanam pohon Indonesia yang terpusat di kawasan Petak 86 B RPH Sarangan BPKH Lawu Selatan RPM Lawu DS tepatnya di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Minggu (28/11/2021).

Gerakan reboisasi dan penghijauan ini salah satu bentuk sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Diaspora Magetan yang ingin berbakti kembali di tanah Ki Mageti untuk memberikan sesuatu yang kelak bisa dinikmati oleh anak cucu.
Hadir pada pelaksanaan ini Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Bupati Magetan bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo Koordinator Diaspora Kabupaten Magetan, Kepala Bakorwil 1 Madiun, Anggota DPRD Provinsi Jatim Diana Sasa, Pimpinan DPRD juga Anggota Forkopimda, Sekretaris, Kepala Balai Besar wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Cabang Kehutanan Wilayah Madiun, Pimpinan Cabang Bank Jatim Magetan serta Pimpinan BRI Cabang Magetan.
Agus Rahardjo jelaskan menurut informasi yang diterimanya tanaman yang bisa menyimpan air yang pertama pohon beringin kemudian pohon aren, pohon kepuh, dan jenis karet juga yang lainya.
Agus Rahardjo berterima kasih Kepada Teman-teman Alumni SMP Maospati Angkatan 75 yang telah membantu Gerakan Gotong royong Reboisasi penghijauan ini, yang pada awalnya akan membeli bibit namun belakangan justru banyak yang nyumbang dalam bentuk bibit. Juga teman-teman alumni SMAN 1 yang menyumbang pupuk organik Kemudian di bagi bagi ke beberapa lokasi diantaranya PDAM Sanggeng, PDAM Cileng, Selosari juga yang lainya dan ternyata masyarakat juga selektif.
Agus Rahardjo Berharap dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi bahwasanya kegiatan ini akan berlanjut agar dibuatkan sample bibit.
“Ia pun perpesan kepada camat dan kepala desa setempat agar selanjutnya bisa merawat pohon yang telah di tanam. Karena yang penting bukan hanya menanam tetapi merawatnya, jadi pohon yang kita tanam ini berhasil atau tidaknya tergantung dari merawatnya,” harapnya.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Jumadi berikan apresiasi kepada Diaspora Magetan yang sangat luar biasa untuk membangun gerakan gotong royong reboisasi dan penghijauan ini, ia pun sampaikan bahwa ibu gubernur menssuport pelaksanaan kegiatan penghijauan di kawasan Magetan ini,
Bupati Magetan Suprawoto menyampaikan, dalam rangka memperingati hari menanam pohon Indonesia kita tandai dengan gerakan menanam pohon serentak. Meskipun sebelumnya kita sudah melakukan penanaman sejak tahun 2019-2020 musim hujan kemarin dan kita rutinkan. Namun hari ini puncaknya dalam artian menyeluruh mulai dari kabupaten sampai ke desa/kelurahan.
Selain itu gerakan menanam ini siswa pelajar SMP juga sudah di gerakan dan membersihkan lingkungan sekolahan, sungai dan sekitarnya, Selanjutnya nanti habis ini anak pelajar SMA/SMK akan menanam pohon pinggiran sungai- sungai yang sudah di petakan oleh Dinas lingkungan Hidup.
“Apa yang kita lakukan ini diharapkan akan mengerakan masyarakat untuk menjadi suatu budaya menanam, sehingga nantinya di setiap tanggal 28 November harus menanam,” terang Bupati Magetan.
Bupati juga menyampaikan bahwa menanam bukan hanya hari ini saja, tetapi juga sudah di Perbubkan bahwa orang yang akan menikah harus menanam pohon. Termasuk juga orang yang naik pangkat juga harus menanam. Selain itu orang yang melahirkan juga menanam saat akan mengurus akte anaknya selain itu juga ada sumur resapan dan yang lainya.
Sehingga gerakan menanam ini akan menjadi suatu budaya, dan ini salah satu usaha untuk menjaga dan mengembalikan kelestarian lingkungan alam sekitar kita, untuk itu hari ini kita tandai dengan gerakan menanam pohon ini.
“Untuk menanam itu harus tepat musimnya, pohonnya, serta yang paling utama adalah proses merawat tanaman tersebut. Jadi yakinlah apabila kita melakukan kebaikan akan menular pada kita semua yang akhirnya akan menjadi warisan anak cucu kita nanti,” ungkap Bupati Magetan.
Bupati menambahkan jika semisal pemerintah mengangarkan akan mengeluarkan puluhan milyar rupiah, tetapi nyatanya tidak perlu, karena jangan jadi proyek tetapi sebuah kesadaran.
Untuk itu Bupati Suprawoto berterima kasih kepada Diaspora Magetan yang telah membantu, Kegiatan ini diharapkan menjadi suatu budaya.
“Ada sebanyak 600.000 lebih pohon yang di tanam belum termasuk pelaksanaan yang mendatang,” jelas Bupati Magetan. (pgh)







