Pemkot Surabaya Anugerahkan KRG dan Surabaya Gender Award 2025

oleh
oleh
Pemberian penghargaan pada kecamatan di acara SGA 2025

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar puncak penganugerahan Kecamatan Responsif Gender (KRG) dan Surabaya Gender Award (SGA) 2025 di Convention Hall Siola, Selasa (23/12/2025).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi kecamatan dan kelurahan yang dinilai berhasil mengimplementasikan prinsip keadilan serta kesetaraan gender hingga tingkat akar rumput, khususnya dalam pelayanan publik yang inklusif bagi perempuan, anak, dan kelompok disabilitas.

Pada ajang tersebut, Kecamatan Genteng dinobatkan sebagai The Best Kecamatan Responsif Gender 2025 berkat konsistensinya mengintegrasikan kebijakan dan praktik pelayanan publik yang responsif gender serta ramah kelompok rentan.

Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Bisukma Kurniawati, yang mewakili Eri Cahyadi, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan pengingat akan tanggung jawab berkelanjutan dalam menerapkan nilai-nilai kesetaraan gender di seluruh wilayah.

“Mendapatkan penghargaan itu tidak mudah, tetapi mempertahankan dan mengimplementasikannya jauh lebih sulit. Kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu kesadaran bersama bahwa prinsip gender harus diterapkan dalam pelayanan publik sehari-hari,” ujar Bisukma.

Ia juga mendorong seluruh kecamatan di Surabaya untuk terus berlomba secara positif dalam menghadirkan layanan publik yang adil dan inklusif.

“Harapannya, ke depan seluruh kecamatan di Surabaya dapat menjadi juara dalam mewujudkan pelayanan masyarakat yang responsif gender,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DP3APPKB Kota Surabaya, Ike Inayumiki, menjelaskan bahwa rangkaian KRG dan SGA 2025 telah dimulai sejak November 2025 dengan pendekatan yang lebih inovatif. Penilaian tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melalui pendekatan budaya.

“Tahun ini, SGA dikemas dalam bentuk Fragmen Suroboyoan bertema Kesetaraan Gender dan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA). Pendekatan ini kami pilih agar pesan keadilan gender lebih mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” jelas Ike.

Program ini melibatkan seluruh 31 kecamatan dan 153 kelurahan di Kota Surabaya. Selain kategori KRG, terdapat pula kategori Gender Champion yang diberikan kepada individu-individu penggerak kesetaraan gender di wilayah masing-masing.

Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender serta Perda Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019. Tujuannya untuk memetakan indikator pendukung Anugerah Parahita Ekapraya (APE) sekaligus mendorong pembangunan yang ramah terhadap penyandang disabilitas dan inklusi sosial (GEDSI).

Kesuksesan ajang KRG dan SGA 2025 juga didukung oleh peran sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sejumlah mitra seperti Rotary, Wahana Visi Indonesia, dan PDAM turut berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan serta pemberian apresiasi kepada para pemenang.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, Pemkot Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pembangunan di tingkat kecamatan dan kelurahan agar senantiasa mengedepankan pemenuhan hak perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya.

Sebagai informasi, selain Kecamatan Genteng, penghargaan KRG juga diberikan kepada kecamatan terbaik di lima wilayah Kota Surabaya, yakni Surabaya Utara, Pusat, Selatan, Timur, dan Barat. Sementara itu, Lomba Fragmen Suroboyoan menetapkan enam kategori juara. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.