Pemkot Surabaya Sayembarakan Nama Baru Hi-Tech Mall

oleh -446 Dilihat
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat sidak ke eks Hi-Tech Mall

Surabaya, petisi.co – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke eks Hi-Tech Mall, Rabu (25/6/2025), untuk memastikan progres revitalisasi gedung yang akan diubah menjadi pusat komunitas kreatif dan sportainment. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota untuk menyediakan ruang produktif bagi generasi muda dan mendorong ekonomi kreatif.

“Tempat ini akan jadi pusat industri kreatif anak muda Surabaya,” tegas Cak Eri. Ia menyebut bagian depan gedung akan dibongkar dan dibuka sebagai area konser, kuliner, serta lokasi bagi PKL yang sebelumnya berjualan di sekitar area tersebut.

Dalam konsep yang disusun bersama komunitas lokal, setiap lantai akan difungsikan secara tematik:

Basement: Atrium acara dan ruang komersial komunitas

Lantai Dasar: IT, gaming, ruang untuk pengembang game lokal

Lantai 1: Media kreatif dan desain

Lantai 2: Kegiatan budaya seperti tari dan pertunjukan seni

Lantai 3: Sportainment indoor dan area rekreasi yang akan dikembangkan bersama investor

Eks bioskop juga akan tetap difungsikan sebagai ruang pemutaran film karya sineas muda Surabaya, lengkap dengan sistem tiket mandiri di lokasi.

Fasilitas umum seperti musala akan tersedia di setiap lantai, termasuk musala besar di lantai dasar. Area makanan dan minuman (FnB) akan tersebar merata. Cak Eri memperkirakan aktivitas ekonomi yang tumbuh di tempat ini akan menarik masuknya perbankan dan layanan keuangan digital.

“Kalau tempat ini hidup, transaksi akan luar biasa. Perbankan pasti ikut masuk,” ujarnya.

Soft launching untuk lantai dasar dan basement ditargetkan pada Juli atau Agustus 2025. Sementara, pengembangan lantai atas akan menggandeng investor untuk percepatan.

Tenan IT dan gaming yang saat ini menempati lantai dasar akan tetap dipertahankan, dengan ruang kosong yang disiapkan bagi pengembang lokal.

Pemkot juga akan menyediakan area khusus di luar gedung untuk UMKM, dengan konsep seperti Sarinah Jakarta. Tenan kuliner akan dikurasi untuk menjaga kualitas, baik yang berjualan di luar maupun di dalam gedung.

“Yang di luar bisa sambil lihat jalan. Yang di dalam tetap kami kurasi agar seimbang dan menggerakkan ekonomi,” jelas Cak Eri.

Sebagai bagian dari city branding, Wali Kota Eri juga mengumumkan akan menggelar sayembara penamaan untuk eks Hi-Tech Mall. Ia ingin masyarakat ikut terlibat menentukan identitas baru gedung tersebut, sebagaimana yang dilakukan pada logo Kota Surabaya.

“Tempatnya sudah saya siapkan. Sekarang giliran masyarakat terutama anak muda yang menghidupkannya,” tutupnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.