Pemkot Surabaya Siapkan Taksi Air untuk Reduksi Kemacetan

oleh -389 Dilihat
oleh
Ilustrasi transportasi air di Surabaya

SURABAYA, PETISI.CO – Surabaya, salah satu kota terbesar di Indonesia, tengah menghadapi tantangan serius dalam mengatasi kemacetan lalu lintas. Sebagai alternatif solusi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merencanakan pengembangan transportasi Taksi Air, yang diharapkan tidak hanya mereduksi kemacetan tetapi juga mendorong sektor pariwisata dan logistik.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa pengembangan Taksi Air ini akan dimulai pada tahun 2025, dengan memanfaatkan Sungai Kalimas sebagai jalur transportasi. “Sebagai kota maritim, kita harus memanfaatkan potensi air untuk transportasi,” ujarnya pada Selasa (20/8/2024).

Dalam rangka mewujudkan rencana ini, Wali Kota Eri telah melakukan diskusi dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya, yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Taksi Air.

“Tahap awal akan dimulai dari Gunungsari hingga Petekan. Di Gunungsari akan dibangun hub sebagai pusat transportasi, dengan fasilitas feeder yang terkoneksi,” tambahnya.

Untuk mendukung inisiatif ini, Pemkot Surabaya akan menjalin kerja sama dengan perusahaan kapal dalam penyediaan armada perahu. Wali Kota Eri menjamin ketepatan waktu operasional Taksi Air, mengingat transportasi ini tidak terpengaruh oleh kemacetan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa Surabaya memiliki jaringan sungai yang tersebar hingga ke pedalaman. Sungai-sungai ini, terutama Sungai Kalimas, memiliki sejarah panjang sebagai jalur transportasi utama di masa lalu.

“Jaringan sungai ini memiliki potensi besar sebagai jalur alternatif untuk transportasi selain jalan raya,” kata Irvan. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga Pemkot berencana untuk mengembangkannya.

Pengembangan transportasi air ini telah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya No 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dan Perda No. 8 Tahun 2018 tentang Rencana Detail Tata Ruang, yang juga diintegrasikan dengan wisata transportasi air.

Irvan juga menyebutkan bahwa Surabaya memiliki empat Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dapat dikembangkan: DAS Kalimas, DAS Jagir, DAS Greges, dan DAS Branjangan. DAS Kalimas dan Jagir diproyeksikan untuk transportasi di kawasan perkantoran, permukiman, dan pariwisata, sementara DAS Greges dan Branjangan difokuskan untuk kawasan logistik dan pergudangan.

Pengembangan transportasi air ini juga mempertimbangkan berbagai faktor seperti karakteristik fisik sungai, dermaga, jenis kapal, sarana navigasi, rute, aksesibilitas, dan integrasi dengan moda transportasi lainnya, termasuk konsep Park and Ride.

Sebagai tahap awal, Pemkot Surabaya merekomendasikan Sungai Kalimas sebagai jalur transportasi penumpang, dimulai dari kegiatan pariwisata hingga melayani ruas Pasar Pabean, Pasar Keputran, dan Pasar Wonokromo.

Selain itu, Irvan menekankan pentingnya pengaktifan Canal Lock (pintu air) sepanjang Sungai Kalimas untuk menjaga keseimbangan muka air, yang esensial bagi operasional transportasi air ini. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.