Pemkot Surabaya Sosialisasi Penerapan Aplikasi e-Dabu Jamkesda ke Petugas Kelurahan

oleh -360 Dilihat
oleh
Kepala Dinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita atau Feny.

SURABAYA, PETISI.CO – Pemkot Surabaya melakukan sosialisasi penerapan Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta (JKS) melalui aplikasi e-Dabu Jamkesda BPJS Kesehatan kepada petugas kelurahan.

Febria Rachmanita atau Feny, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menerangkan, sebelum menggunakan aplikasi itu, petugas kelurahan akan mendapatkan informasi dan pengetahuan seputar JKS.

Ada beberapa tahapan dalam proses pengarahan, seperti pengertian, peruntukkan (sasaran) hingga bagaimana proses pendaftaran sampai warga dinyatakan resmi tergabung dalam kepesertaan JKS.

“Jadi mulai dari awal, lalu untuk yang terlibat dalam sosialisasi itu adalah kepala puskesmas, petugas IT, bidan dan kelurahan yang mendampingi ibu hamil sampai dengan melahirkan juga kita libatkan,” kata dia, Kamis (29/4/2021).

Sosialisasi itu sendiri telah dilaksanakan sejak Rabu (29/4) kemarin, di 154 wilayah kelurahan. Hal itu penting dilakukan, agar seluruh kelurahan benar-benar memahami dan dapat membantu warganya dalam mendaftarkan kepesertaan JKS.

“Cukup diselesaikan di tingkat kelurahan saja. Daftarnya di kelurahan, kalau sudah terlanjur sakit maka bisa langsung daftarnya sekalian berobat di puskesmas,” jelas Feny.

Alur pendaftaran peserta JKS sendiri terbilang sederhana, yaitu dengan bermodal KTP saja dan langsung datang ke kantor kelurahan terdekat. “Kami berharap warga segera mendaftar. semakin cepat lebih baik,” terangnya.

Terhitung, sejak launchingnya program tersebut per 1 April-28 April, pendaftat sudah mencapai 892 orang. Jumlah tersebut merupakan kalkulasi antara warga yang melakukan pendaftaran di rumah sakit dan kelurahan.

“Angka ini masih terus bertambah tiap jamnya,” ujarnya.

Dirinya pun berharap, antusias warga bisa semakin bertambah. Warga juga disarankan untuk mendaftar melalui kantor kelurahan masing-masing.

“Sebaiknya daftar di kelurahan artinya pada saat kondisi masih sehat jangan menunggu sakit. Tetapi untuk warga yang sedang sakit tetap dilayani di puskesmas terdekat. Untuk mekanisme rujukan tetap berjenjang,” tandasnya. (nan)

No More Posts Available.

No more pages to load.