PETISI.CO
Majelis hakim berunding sebelum menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Mochammad Saipudin.
HUKUM

Pengedar Sabu Divonis Lima Tahun Penjara

SURABAYA, PETISI.COPengedar sabu yang ditangkap dengan barang bukti 12 poket, Mochammad Saipudin (50), dihukum lima tahun penjara. Lebih ringan dari tuntutan jaksa. Warga Jalan Ikan Gurame itu langsung menerima.

Putusan majelis hakim diketuai Ojo Sumarna tersebut berlangsung pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (16/9/2020).

Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan Mochammad terbukti melakukan jual beli narkotika golongan satu bukan jenis tanaman, tanpa hak.

Hakim Ojo Sumarna menegaskan, terdakwa  melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Majelis hakim sepakat menjatuhkan hukuman pidana selama lima tahun penjara,” kata Ojo Sumarna dalam amar putusan.

Majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 1 miliar, subsider dua bulan penjara.

Namun aneh, usai membacakan putusan, Ojo Sumarna menawarkan kepada terdakwa melakukan pembelaan.

“Saudara terdakwa, saudara kami tuntut lebih ringan dari tuntutan Jaksa, apakah saudara akan melakukan pembelaan,” ujar dia.

Pertanyaan yang beberapa kali dilontarkan tersebut, sangat tidak lazim dan terasa lucu. Hingga membuat Roni Bamari selaku kuasa hukum terdakwa terlihat tersenyum.

“Oh maksud saya, enerima apa pikir pikir,” tutur Ojo Sumarna meralat pertanyaannya.

Terdakwa Mochammad Saipudin menyatakan pikir pikir. Hal tersebut juga diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damng Anubowo dari Kejari Surabaya.

“Kami juga pikir pikir majelis,” kata Damang.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Damang Anubowo menuntut terdakwa enam tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsidair bulan kurungan. (pri)

terkait

Ratusan Pohon Ganja Ditemukan di Area Hutan Pemukiman Warga

redaksi

Satreskoba Polres Sidoarjo Ringkus 26 Tersangka Narkoba

redaksi

Ops. Sikat, Polres Mojokerto Tangkap 33 Tersangka

redaksi
Open

Close