PKB Sidoarjo Luncurkan Jumat Hari Fraksi, Terobosan Baru Serap Aspirasi Rakyat

oleh -19 Dilihat
oleh
Menyambut pemilu 2029, Ketua DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih Sosialisasikan program unggulan Jumat Hari Fraksi

Sidoarjo, petisi.co – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo resmi meluncurkan program Jumat Hari Fraksi.

Terobosan politik baru tersebut, dilaksanakan sesuai instruksi/kebijakan DPP PKB dan tertuang dalam surat DPW PKB Provinsi Jawa Timur Nomor 4211/DPW-25/01/IV/2026 tanggal 27 April 2026.

Ketua fraksi PKB DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori (jas hitam pegang rebana)resmi luncurkan program Jumat Hari Fraksi

“Launching Jum’at Hari Fraksi ini dilakukan serentak nasional. DPP PKB melalui DPW PKB Jawa Timur menginstruksikan pasca Muswil dan Muscab di seluruh daerah kembali melanjutkan kegiatan berupa sosialisasi program tersebut,” ucap Ketua DPC PKB Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, di Resto Dji Poek DW, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Larangan, Jum’at (1/5/2026).

Cak Nasih panggilan akrabnya mengatakan Peluncuran Jum’at Hari Fraksi PKB bertepatan dengan peringatan May Day 2026.

Oleh karena itu, PKB menyatakan komitmen memperjuangkan hak-hak dan aspirasi buruh.

“Jum’at Hari Fraksi,  sengaja dilaunching di hari pertama bulan ini yang kebetulan bersamaan dengan peringatan 1 Mei Hari Buruh. Dalam konteks ini, PKB berkomitmen memperjuangkan hak buruh dan aspirasi buruh khususnya para buruh di Sidoarjo,” ungkap Legislator yang saat ini menjabat Ketua DPRD Sidoarjo.

Ia memastikan program Jum’at Hari Fraksi berjalan efektif mulai awal Mei hingga seterusnya.

Dalam pelaksanaanya, setiap hari jumat, seluruh anggota fraksi PKB akan berkantor di Sekretariat DPC PKB Sidoarjo.

“Mulai Jum’at 1 Mei 2026, seluruh anggota fraksi PKB akan ngantor di DPC PKB Sidoarjo. Mulai jam 8 pagi sampai pukul 16 sore,” tegasnya.

Sedangkan teknis pelaksanaan secara mendetail, imbuh Cak Nasih, anggota fraksi PKB Sidoarjo yang bertugas di kantor DPC dibagi menjadi 2 shift.

“Yang bertugas pagi sampai siang ada 7 orang, dengan komposisi di dalamnya tetap 4 komisi. Demikian pula waktu siang hingga sore hari, yang bertugas ada 7 atau 8 orang. Komposisi tetap merata ada 4 komisi,” bebernya memberikan gambaran.

Cak Nasih menyampaikan tujuan program Jumat Hari Fraksi yakni memperkuat penyerapan aspirasi warga dan menjawab berbagai persoalan daerah yang belum tuntas.

Menurutnya program ini menjadi momentum titik awal penegasan peran legislator PKB di DPRD agar lebih responsif, terstruktur, dan rutin menyerap suara masyarakat setiap pekan.

“Program Jum’at Hari Fraksi wakil rakyat ngantor di DPC PKB Sidoarjo sengaja dirancang untuk mengoptimalkan fungsi menjaring aspirasi masyarakat (Jasmas),” terangnya.

Cak Nasih menambahkan, kebijakan tersebut muncul sebagai jawaban atas berbagai Pekerjaan Rumah (PR) besar Sidoarjo. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur yang masih membutuhkan perhatian serius.

“Tujuannya ingin mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, dengan mendatangi langsung ke kami. Untuk menyampaikan uneg-uneg, keluhan atau aduan. Termasuk jika ada usulan, monggo,” urainya.

Cak Nasih menekankan program ini penting untuk segera direalisasikan.

Ia menginstruksikan supaya anggota fraksi PKB hadir sebagai penghubung nyata antara kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah.

“Ini bukan soal ada atau tidaknya kinerja, tapi bagaimana kita menguatkan peran agar lebih tajam menyerap aspirasi dan mengawal pembangunan,” ujarnya.

Karena besar manfaat bagi masyarakat, dirinya meminta seluruh pengurus, mulai kader PKB termasuk di PAC turut mensosialisasikan program Jum’at Hari Fraksi.

Demikian pula bagi Masyarakat tidak wajib hadir ke kantor DPC PKB jika ingin menyampaikan masukan.

“Seluruh Kader PKB, baik PAC hingga ranting, ayo kita sosialisasikan bersama program ini. Masyarakat yang ingin menyampaikan uneg-uneg silahkan setiap jum’at hadir. Kami terima dengan tangan terbuka dan sepenuh hati. Tidak harus hadir secara fisik, bisa menyampaikan keluhan atau pendapat by Whatsapp, atau via medsos ke akun resmi fraksi,” ucapnya.

Lebih jauh, Cak Nasih menegaskan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tidak semata dibatasi di hari Jum’at saja.

Hari-hari lain selain jumat, masyarakat tetap dilayani menyampaikan aspirasinya.

“Masyarakat bebas menyampaikan aspirasi di hari apa saja. Namun demikian kami membuka diri dengan kesempatan waktu yang lebih luas di hari Jum’at. Kami buka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, kritik, bahkan keluhan,” ujarnya.

Jumat Hari Fraksi diharapkan bisa menjadi jembatan komunikasi antara PKB dengan masyarakat.

Selain itu, program tersebut dipastikan menjadi tonggak awal PKB dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Harapannya melalui program ini hubungan PKB dengan masyarakat bisa makin erat . Karena tantangan tahun politik di 2029 bukan makin ringan, namun semakin berat,” tandasnya.

Cak Nasih berpesan untuk meraih kemenangan pada pemilu 2029, PKB Sidoarjo harus mampu menjalankan sejumlah program utama DPW PKB Jatim.

Antara lain moment Jum’at Hari Fraksi, Restrukturisasi partai di DPAC, Pemetaan dan penguatan zona pemenangan.

“Amanat untuk pemilu 2029, DPC PKB harus mengawal sedikitnya 4 program utama dari DPW PKB. Satu diantaranya memetakan zona-zona di kecamatan yang diketahui tidak memiliki calon potensial, atau Desa-desa yang past ability (kemampuan di masa lampau) masih lemah, sehingga butuh sentuhan program,” jelasnya penuh rinci.

Cak Nasih menyampaikan pesan inti dari kesiapan PKB menyongsong pemilu 2029, ada pada program pencalegan dini.

Terkait program itu, tim DPW PKB Jatim dalam waktu dekat akan menanyakan ke masing-masing individu yang ada di fraksi.

“Sesuai dengan arahan DPW PKB, akhir tahun 2026 sudah dimulai proses pencalegan dini tahap awal. Nantinya, anggota legislatif di fraksi akan ditanya, apakah tetap bertahan di kabupaten ataukah naik kelas ke provinsi/pusat?,” bebernya.

Menyambung program itu, lanjutnya, bagi para kader yang ada di PAC segera mempersiapkan diri pencalegan.

Sejumlah program DPW PKB jika dilaksanakan dengan baik, ia optimis partainya akan mudah meraih kemenangan pada pemilu 2029.

Peluncuran program Jumat Hari Fraksi ditandai simbolis dengan tabuhan rebana oleh Ketua Fraksi PKB H. Dhamroni Chudlori bersama seluruh anggota fraksi PKB Sidoarjo.

Mulai dari paling senior, H. Usman, M.Kes., Ainun Jariyah, hingga anggota dewan termuda yakni Rizza Ali Faizin dan Ahmad Mujayin hadir di momentum penting itu.

Kehadiran seluruh anggota fraksi PKB Sidoarjo menjadi cermin semangat kolektif, kekompakan, sekaligus kesiapan turun langsung ke tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Dhamroni menegaskan, secara formal fungsi fraksi di DPRD mencakup pengawasan kebijakan, pembahasan regulasi, serta penyerapan aspirasi publik.

Program Jumat Fraksi, kata dia, akan menjadi penguat sistem kerja yang lebih terjadwal dan terukur.

“Setiap Jumat menjadi momentum resmi menyerap aspirasi. Tapi pada praktiknya, anggota fraksi tetap bisa menerima masukan kapan saja dan dimana saja,” ujarnya.

Ia kembali menekankan aspirasi yang diterima tidak berhenti pada pencatatan, melainkan ditindaklanjuti melalui mekanisme pembahasan di DPRD sebagai dasar pertimbangan kebijakan.

“Dalam perspektif regulasi, fungsi tersebut sejalan dengan mandat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menegaskan peran DPRD dalam fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, termasuk penyerapan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan,” kata dia.

Menutup acara sosialisasi Jum’at Hari Fraksi, Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, menyampaikan pentingnya sinergi antara PKB dan Nahdlatul Ulama dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap sinergi ini terus berjalan untuk kemaslahatan umat dan kemajuan Sidoarjo,” tutupnya. (luk)

No More Posts Available.

No more pages to load.